Renungan Harian
Sisi Panas Allah Kita

Ulangan 32:21-43;1 1 Tesalonika 5:9

"Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka" (Ulangan 32:35).

 

Biasanya orang yang paling Anda kenal baik kelembutannya maupun kemarahannya adalah ayah Anda. Pada saat Anda melakukan kesalahan, dia akan memberikan cambukan ringan kepada Anda, tetapi bila Anda sedang bersedih, dia akan membelai Anda. Kasih sayang terlebur di dalam belaiannya dan kemarahannya.

Khotbah yang terkenal dari Jonathan Edwards, "Sinners in the Hands of an Angry God" (Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka) menjadi khotbah yang legendaris, sebab saat dia berkhotbah dengan topik ini orang-orang berdosa meratap dan menangis memohon pengampunan, sampai-sampai menimbulkan kegaduhan dan Jonathan harus menenangkan mereka. Kalau Anda biasa berselancar di dunia maya, cobalah "search" di mesin pencari, misalnya "Google", maka Anda akan menemukan daftar dari situs-situs yang mencamtumkan sebagian kisah khotbahnya atau riwayat hidupnya.

Secuil dari kalimatnya adalah seperti ini, "... O orang berdosa! Perhatikan bahaya yang mengerikan yang sedang kau alami! Murka dari perapian yang dahsyat itu, lubang yang lebar dan tiada dasar, penuh dengan api dan amarah di mana engkau berada di tangan Allah yang murka......" 

Sisi Allah yang ini tidak kita sukai. Kita tidak mau berurusan dengan Allah yang marah. Karena itu banyak orang Kristen yang menggambarkan Allahnya selalu mengenakan jubah yang panjang sambil mengantongi berkat dan dengan tersenyum berkat itu diberikan kepada anak-anak-Nya yang sedang bermalas-malasan di ayunan. Kalau ini saja gambaran yang terbentuk dalam pikiran kita, maka kita tidak akan mau menerima tentang Allah yang murka yang akan melemparkan manusia yang menolak anugerah-Nya ke dalam perapian yang menyala. Sekarang saatnya Anda memahami sisi "panas" dari Allah kita. Kalau tidak, iblis akan mengambil bulu ayam lalu menggelitik telinga Anda supaya Anda tertidur pulas dan terbuai oleh angin duniawi, sambil berkata, "Tenanglah! Tidur dan santai saja. Nikmati sepoi-sepoi dunia ini dan tidak perlu takut kepada Bapa yang penuh kasih, sebab Dia pasti mengampuni."

Allah kita memang mengampuni, tetapi dosa yang dibiarkan terus-menerus akan menyeret dan menjauhkan Anda dari kasih karunia Allah. Waspadalah!

 

Renungan:

Allah murka. Beritakanlah hal ini kepada orang berdosa. Sebab kalau mereka menolak kasih-Nya, maka mereka akan menerima murka-nya!

 

Penolakan terhadap kasih Allah berarti penerimaan terhadap murka Allah.