Renungan Harian
Karakter Yosua

Ulangan 31:14-30; 1 Petrus 5:6

“Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati; maka panggillah Yosua dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya." Lalu pergilah Musa dan Yosua berdiri dalam Kemah Pertemuan” (Ulangan 31:14).

 

Bila Anda adalah salah satu dari orang Israel yang hidup pada zaman Musa, pergantian kepemimpinan tentunya akan menimbulkan pertanyaan besar: mampukah penggantinya itu menyelesaikan visi dan tugas yang diberikan?

Tetapi dari bacaan ayat ini kita tahu bahwa pemilihan Yosua sebagai pengganti bukanlah atas inisiatif manusia, tetapi Allah. Mengapa Yosua? Mari kita melihat beberapa karakter Yosua yang akan menguatkan bahwa dia memang layak menjadi pengganti Musa.

Pertama, dia adalah seorang hamba yang setia kepada tuannya. Alkitab berkata, “Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu…..” (Yosua 1:1). Jadi Anda melihat bahwa Yosua belajar dan mengenal Musa lebih dekat. Tidak ada orang yang sedekat dia dengan Musa. Jadi pemimpin ini benar-benar lahir dari bawah. Yosua bukanlah golongan ningrat yang hidup dalam kemewahan, tetapi dari bawah. Nilai plus bagi dia adalah kedekatannya dengan Musa  itu sedikit banyak menularkan roh yang sama. Dalam Keluaran 33:7-11 dikatakan di ayat 11 bahwa Yosua “…. tidaklah meninggalkan kemah itu.” Ia menunjukkan loyalitasnya kepada Musa.

Kedua, Yosua adalah bawahan yang taat kepada atasan. Ketika terjadi peperangan antara Israel dengan Amalek, Musa memberikan perintah supaya memerangi mereka. Dan Alkitab menyatakan bahwa Yosua mengambil inisiatif itu dan memerangi mereka (Keluaran 17:10). Tidak ada penundaan dalam melaksanakan perintah itu. Tidak ada pula pertanyaan pada perintah itu. Yang ada adalah melakukan dengan segenap hati setiap perintah yang diberikan oleh atasannya.

Ketiga, Yosua adalah manusia yang sabar. Kita tahu apa yang terjadi ketika Musa berada di Gunung Sinai – saat menerima Sepuluh Firman, semua orang Israel menjadi tidak sabar dan mereka membuat anak lembu emas lalu disembah, tetapi Yosua bersabar dan menantikan Musa (Keluaran 24:13, 18; 32:17). Apa jadinya bila Yosua juga tidak bersabar? Dia akan ikut dalam pemberontakan dengan menyembah anak lembu emas.

 

Renungan:

Jadi ada nilai-nilai positif yang menyebabkan Yosua layak mendapatkan tongkat kepemimpinan dari Musa. Memang pengangkatan seorang pemimpin itu merupakan kasih karunia Allah, tetapi Allah juga memilih seorang yang memenuhi syarat.

 

Pikirkan cara untuk menarik hati Allah supaya kau diangkatnya.