Renungan Harian
Imam Si Pelopor

Ulangan 20:1-20; 1 Petrus 2:9

“Apabila kamu menghadapi pertempuran, maka seorang imam harus tampil ke depan dan berbicara kepada rakyat” (Ulangan 20:2).

 

Berbicara tentang ketakutan, semua orang pernah merasakannya. Anda tentu ingat bagaimana ketika persoalan mencekam dan Anda tinggal dalam kamar dalam keadaan menggigil ketakutan. Kalau diantara seisi rumah ini dipenuhi dengan ketakutan, siapa yang akan berani berdiri sebagai imam yang akan mendeklarasikan, “….. Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu” (Ulangan 20:3)?

Seorang imam adalah pencetus pertama untuk menyalakan iman di dalam ketakutan. Mengapa harus imam yang harus tampil terlebih dahulu? Seorang imam lebih tahu hukum daripada umatnya, sebab imamlah yang diperintahkan Allah untuk mengajarkan umat Allah. Dan Alkitab sendiri dengan tegas mengatakan bahwa orang percaya adalah imam di dalam Allah. Seperti Alkitab katakan, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9).

Kalau kita disebut dengan imamat rajani, berarti kita harus mendahului untuk berdiri menyatakan kepercayaan kita kepada Allah. Mungkin Anda adalah satu-satunya orang yang percaya kepada Kristus di dalam rumah Anda, berarti ketika masalah datang dan ketakutan mencekam, maka Andalah yang berdiri pertama kali sambil menyatakan bahwa Allah beserta kita.

Sebagai imam, Anda wajib belajar untuk hidup bebas dari ketakutan. Mungkin badai semakin pekat, tetapi ingatlah bahwa tangan Allah tidak pernah terlambat. Apabila Anda menaruh iman dan berdiri sebagai imam, maka Anda akan melihat pembelaan Allah di dalam hidup Anda. 

Dengan berani Rasul Paulus berkata, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita” (Roma 8:31)? Kalau Allah di pihak Anda, apakah ada yang perlu Anda takutkan? Tidak ada bukan?

 

Renungan:

Anda adalah imam. Anda adalah pencetus api keberanian di tengah kesesakan. Katakan dengan berdiri tegap, “Allah beserta kita. Tidak ada satu pun yang dapat membuat kita ketakutan.”

 

Jika imam ketakutan, maka tidak ada rakyat yang punya nyali.