Renungan Harian
Saksi Yang Terlihat

Ulangan 19:15-21; 1 Yohanes 5:7

“Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan” (Ulangan 19:15)

 

Beberapa tahun yang lalu tentunya kita masih ingat tentang persidangan kasus bom Bali, J.W. Marriot, dan bom-bom lainnya yang pernah terjadi di negeri kita ini. Bagaimana para saksi bersaksi tentang apa yang mereka lihat. Para saksi dan barang bukti inilah yang membuat para pelakunya diganjar dengan hukuman mati. Mereka ini adalah para saksi yang memberatkan para pelaku sehingga mereka tidak bisa mengingkarinya.

Dua atau lebih saksi sangat diperlukan dalam penegakan hukum di pemerintahan Teokrasi yang terjadi dalam bangsa Israel pada waktu itu. Kejahatan seseorang tidak akan bisa dinyatakan sah bila tidak ada lebih dari dua saksi. Saksi sangat berguna untuk membongkar kejahatan seseorang. Saksi adalah orang yang melihat satu kejadian yang terjadi pada diri orang lain. Saksinya akan menjadi kuat bila didukung oleh satu atau dua saksi lainnya. Mengapa demikian? Bila hanya satu saja dikhawatirkan hanya sentimen pribadi saja.

Dua saksi sudah cukup buat Allah untuk menghukum seseorang yang bersalah. Mengapa Allah memerlukan saksi-saksi? Bukankah Allah itu Maha Tahu? Saudara, Allah memang Maha Tahu tetapi Allah tidak ingin manusia curiga kepada-Nya dengan berkata, “Allah tidak adil.” Allah adalah saksi yang tidak terlihat tetapi Allah memerlukan saksi yang kelihatan untuk mendukung bahwa seseorang bersalah atau tidak. Itulah prinsip dan ketetapan yang Allah tetapkan.

Allah izinkan dua orang yang berbeda melihat kejatahan seseorang sebagai saksi karena Allah tidak bisa lepas dari manusia. Dan Allah bisa saja menghukum seseorang tanpa saksi tetapi Allah ingin menunjukan kepada manusia bahwa diri-Nya memang benar bila menghakimi. Dan Allah tidak akan terkecoh dengan saksi dusta sekalipun di dunia ini banyak saksi-saksi dusta yang bisa meringankan atau bahkan membuat seseorang yang berbuat jahat bisa dijatuhi sangsi bebas. Tetapi merekapun tidak akan pernah luput dari kejaran Hakim segala hakim.

Allah memakai para saksi sebenarnya ingin mencari apakah ada orang yang mau sepakat dengan Dia atau tidak. Hal ini tidak hanya berlaku untuk menghukum seseorang. Alkitab pun mencatat bahwa Allah itu baik oleh sebab itu Alkitab mencatat lebih dari puluhan saksi yang mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Ini menunjukkan bahwa Allah memang baik. Para saksi ini sepakat.

 

Renungan:

Anda saksi yang ke berapa? Jadilah saksi bahwa Allah itu baik. Sepakatlah dengan firman Allah. Kesepakatan Anda dengan firman Allah  membuat Anda menjadi saksi yang benar. Berhentilah menjadi saksi dusta.

 

Apa yang Anda lihat itulah yang Anda harus ceritakan, itulah saksi.