Renungan Harian
Api Cemburu

Zefanya 3:1-8; Filipi 2:7

” . . . Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku.”

(Zefanya 3:8)

 

Cemburu barangkali adalah kata yang sering mewarnai hati manusia di muka bumi ini baik laki-laki maupun perempuan, baik kaitannya dengan cinta maupun pekerjaan sehari-hari. Gara-gara cemburu seorang istri pernah diberitakan membunuh suaminya, atau seorang suami membunuh istrinya. Seringkali peristiwa ini secara populer disebabkan oleh api cemburu, apa lagi di masa sekarang banyak sekali, baik suami-suami maupun para istri yang terlibat perselingkuhan.

Hubungan kita dengan Tuhan itu bagaikan hubungan seorang suami dan istri. Kita ini bangsa terpilih, umat kepunyaan Allah sendiri. Sama seperti suami dan istri yang saling memiliki demikianlah gambaran hubungan kita dengan Allah. Karena besar kasih Allah kepada kita, la mau datang ke dunia hanya untuk menebus kita dari dosa (Yohanes 3:16). Bahkan ia mengosongkan diri-Nya, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 2:7).

Berbicara tentang cinta Tuhan, maka Tuhan pasti sangat mencintai kita. Pertanyaannya, apakah kita cinta Tuhan dan setia kepada-Nya? Nats dan bacaan di atas merupakan peringatan bagi kita hari-hari ini, yang mana kita sedang diingatkan untuk mengasihi Tuhan lebih dari sebelumnya.

Mengapa dalam nats itu Allah begitu cemburu? Sebab umat-Nya berselingkuh, serta melakukan kejahatan dimataNya yaitu dengan cara menyembah baal. Dosa menjamur di semua kalangan. Pertama para tokoh masyarakat yang bertindak anarkis dengan melakukan sesuatu menurut apa yang menjadi kehendak hatinya, tanpa mempertimbangkan apakah yang dilakukannya itu jahat atau tidak. Berikutnya para hakim yang hanya mencari keuntungan, hukum diputarbalikkan yang salah jadi benar, dan sebaliknya, -- yang penting mereka dapat uang walau dengan cara memeras. Ironisnya para nabi pun melakukan tindak kejahatan yang sama, -- mereka melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan Tuhan, ditambah lagi para imam menajiskan tempat kudus Tuhan, hukum Taurat pun di dilecehkan, -- benar-benar kelihatan kebejatan yang luar biasa. Karena itu tidak heran kalau api cemburu Tuhan menimpa mereka.

 

Renungan :

Tuhan sudah mengasihi kita, sekarang nyatakan kasih kita kepadaNya dengan hidup benar dan kudus, penuhi hati kita dengan pujian dan penyembahan. Lebih dari pada itu biarlah apa yang kita lakukan boleh mencerminkan kemuliaan-Nya.

 

Jangan biarkan api cemburu Tuhan menimpa kita, sebaliknya sambutlah kehangatan kasih Tuhan dengan segenap hati kita.