Renungan Harian
Perbaiki Diri

Zefanya 1:1-18; Yakobus 4:14

”Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.”

(Zefanya 1:7)

 

Ayat 2-4 di dalam bacaan kita hari ini berbicara banyak tentang penghukuman Tuhan terhadap orang-orang yang durhaka, dan ini merupakan ayat-ayat yang berbau pengajaran tentang akhir zaman. Saat ini kita hidup di masa akhir zaman dan masuk ke dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Tanda-tanda zaman seperti bencana alam, peperangan, kasih kebanyakkan orang menjadi dingin, percideraan sudah mewarnai dunia.

Kita hidup di waktu yang sempit, hidup manusia itu seperti uap, seperti bunga rumput, baru saja kelihatan habis lenyap (Yakobus 4:14). Anggap saja ini waktu sisa bagi kita, hiduplah seolah-olah tidak ada hari esok, artinya hari ini harus dipergunakan dengan sungguh-sungguh. Cobalah sejenak menghadap ke cermin, lihatlah diri kita apakah hari ini kita merasa layak di hadapan Tuhan. Kalau mau jujur, setiap kita akan berkata: ".....sungguh aku masih penuh dengan kelemahan....." Tetapi jangan kuatir masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Bagaimana caranya, nats diatas mengatakan: "berdiam dirilah dihadapan Tuhan." Apa yang dimaksud dengan berdiam diri dihadapan Tuhan? Berdoa dan merenungkan kebenaran lalu komitmen untuk hidup didalam kebenaranNya.

Pada kalimat: Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya (Zefanya 1:7) menjadi petunjuk bahwa Tuhan segera datang untuk menjemput umat kepunyaan-Nya. Ia menyediakan perjamuan bagi yang layak mengikuti perjamuan, lalu siapa undangan yang boleh masuk? Yaitu mereka yang sudah dikuduskan oleh Allah. Pertanyaan berikutnya siapa undangan yang dikuduskan oleh Allah? Jawabannya adalah saudara yang mau memperbaiki diri di hadapan Allah.

Karena itu di tengah-tengah masyarakat yang materialistik (mengejar harta benda) kita diperingatkan Tuhan supaya jangan terperangkap keduniawian. Ayat 18 dalam bacaan hari ini mengingatkan : ”Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi” (Nahum 1:18).

 

Renungan :

Baiklah waktu yang ada ini anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15).

 

Perbaiki diri hari ini, jangan tunda lagi sebab waktunya sudah singkat.