Renungan Harian
Penyembah Yang Dibinasakan

Amos 9:1-6; Yohanes 4:23

Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: ”Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorangpun dari mereka akan dapat meluputkan diri.”

(Amos 9:1)

 

Mengerikan sekali membaca penglihatan Amos yang kelima tentang orang-orang yang akan dibinasakan justru ketika mereka sedang menyembah Tuhan di dalam bait-Nya yang kudus. Mengapa? Bukankah mereka sedang menyembah Tuhan di dalam bait-Nya?

Penyembahan kepada Tuhan adalah sesuatu yang lahir dari hati bukan hanya sekedar kata-kata yang keluar dari mulut belaka. Kalau penyembahan hanya lahir dari mulut, maka ribuan kalimat gombal bisa diucapkan tanpa sikap hati yang benar. Bahkan, apa yang diucapkan seperti orang latah saja. 

Penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran. Mereka akan melalui hari-hari hidupnya dilalui dengan keintiman bersama Tuhan. Penyembah yang palsu hanya menyembah Tuhan di mulut tapi hatinya penuh dengan kebencian dan dendam. Mereka menyembah Tuhan ketika sedang dijadwal melayani di gereja atau persekutuan tetapi hari-hari hidupnya dilalui tanpa keintiman bersama dengan Bapa. Ada gejala pelayanan para penyembah belakangan ini di kota-kota besar untuk tidak mau terikat pada satu gereja lokal tertentu sehingga bisa menerima "job" dari mana saja. Kecenderungan seperti ini menimbulkan kekuatiran akan kondisi rohani para penyembah itu sendiri karena tidak ada satu wadahpun yang memberikan tudung rohani kepada mereka. Menyembahlah dari hati, hiduplah dalam penyembahan dan layanilah Tuhan dalam ketulusan. Soal berkat? Bukankah Tuhan juga memberikan makan Elia melalui burung gagak? Berkat itu bisa datang dari mana saja.

 

Renungan :

Seringkali kita menjadikan penyembahan hanya sebatas performance (penampilan) panggung belaka sehingga kita tidak hidup lagi dalam penyembahan itu sendiri.

 

Penyembah yang dibinasakan tidak hidup dalam penyembahan dan Penyembah yang hatinya jauh dari Tuhan.