Renungan Harian
Didiklah Anak Anda

Yoel 1; Efesus 6:4

”Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.”

(Yoel 1:3)

Menceritakan kepada anak-anak cerita yang baik-baik mungkin telah biasa kita lakukan. Tetapi kali ini ada perintah aneh, di mana perintah itu berkata kalau penghakiman yang terjadi atas umat Allah harus juga diceritakan kepada anak cucu kita. Dan ini merupakan perintah yang tidak main-main, karena ketika kita menceritakan tentang penghakiman Allah, maka anak cucu kita akan mengetahui dan gentar akan penghakiman Tuhan, dan bahwa hukum Tuhan itu tidak dapat dipermainkan.

Kita memang setuju kalau saat ini kita hidup dalam zaman yang melimpah dengan kasih karunia Allah. Rahmat Tuhan senantiasa baru setiap pagi, itulah yang kita beritakan dan kita nyanyikan setiap hari di rumah dan gereja. Dan kita juga bercerita tentang Yesus yang baik dan selalu memeluk anak-anak dengan penuh kasih sayang. Dan banyak buku rohani anak-anak yang melukiskan hal ini. Anak-anak senang karena mereka memiliki Allah yang hebat dan penuh dengan kasih sayang.

Tetapi harus ada cerita sisi lain yang harus kita sampaikan. Kita harus juga menekankan tentang kegentaran terhadap firman Tuhan, supaya anak-anak kelak tidak meremehkan setiap hukum Tuhan. Kalau ini tidak diberikan dengan seimbang, dikuatirkan mereka akan hidup dengan seenaknya, karena mereka mempunyai Allah yang suka mengampuni umat-Nya. Tetapi mereka lupa kalau Allah kita juga adalah Allah yang menghanguskan!

Didiklah anak-anak kita di dalam kebenaran firman Tuhan yang sepenuhnya. Banyak orang tua yang tidak mempunyai waktu untuk mereka. Tetapi anehnya untuk bermain golf seorang ayah bisa punya banyak waktu. Atau untuk urusan belanja di mal, seorang ibu punya waktu luang. Tetapi mengapa mereka tidak punya waktu untuk mendidik anaka-nak mereka ? Akhirnya yang menjadi pendidik bagi anak-anak kita adalah baby-sitter kita. Dan biasanya kita juga tidak peduli, asalkan anak-anak kita tidak menangis dan bisa menikmati kebersamaannya dengan pembantu rumah tangga kita. Syukurlah kalau baby-sitter kita adalah anak Tuhan yang dapat memberikan firman Tuhan, meskipun sebenarnya kehadiran orang tua masih sangat dibutuhkan, tetapi bagaimana kalau dia bukan anak Tuhan ? Didikan macam apa yang diberikan kepada anak kita ?

 

Renungan :

Didiklah anak-anak kita dengan benar. Beritakan kasih dan penghakiman Tuhan kepada mereka. Supaya anak-anak kita terbentuk menjadi anak Tuhan yang tangguh dan perkasa. 

 

Kita bertanggung jawab terhadap perjalanan hidup anak-anak kita.