Khotbah Mingguan
Hidup Dalam Keajaiban AnugerahNya

Pdt. John Panggabean, S.Th

Ayat Bacaan : Lukas 13:1-5

Minggu, 8 September 2019

Setelah kita membaca ayat bacaan di atas, maka kita temukan suatu peristiwa yang menggemparkan serta mengerikan. Dimana orang-orang Galilea datang beribadah ke rumah Allah untuk memberikan korban persembahan, tetapi kemudian Pilatus menjatuhkan hukuman mati di rumah Allah. Sehingga orang-orang yang datang dan memberikan kabar kepada Yesus menyimpulkan bahwa orang-orang yang mati tersebut telah melakukan dosa. Namun Yesus memberikan pelajaran yang penting kepada mereka mengenai peristiwa yang sedang terjadi, diantaranya:

 

1. Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan kesalahan kita 

Jika Allah memperlakukan kita setimpal dengan kesalahan kita, maka kita semua pasti mati. Sebab itu Daud mengatakan dalam Mazmur 103:10 ” . . .”. Daud mengenali dirinya, bahwa dirinya itu jahat, tetapi Allah tidak memperlakukan setimpal dengan kejahatan yang telah dilakukannya. Bukankah kasih karunia Tuhan begitu ajaib ?

 

2. Kemalangan orang lain seharusnya menjadi panggilan pertobatan bagi kita

Maksudnya setiap peristwa buruk terjadi biarlah kita introspeksi diri sendiri dan bertobat, sebab setiap bencana terjadi bukan secara kebetulan tetapi sebagai peringatan bagi kita. Dan apabila ada orang mengalami kemalangan, lalu kita mengatakan bahwa itu karena kesalahan mereka, itu merupakan penghakiman yang jahat, tetapi lebih jahat lagi apabila kemujuran kita dianggap sebagai perkenanan Tuhan atas kita.

 

3. Setiap masalah menjadi bagian hidup anak-anak Tuhan

Orang yang terbebas dari segala masalah dalam hidupnya punya kecenderungan lupa terhadap anugerah Allah, karena ia berpikir bahwa dia mahir dalam mengatur kehidupannya. Dan orang yang mengalami berbagai pergumulan dan terus berjuang, maka orang seperti inilah yang mudah untuk melihat cahaya anugerah Allah.

 

4. Jangan jadi anak Tuhan yang cengeng/rapuh

Ketika kita mengalami berbagai pergumulan, janganlah kita mudah putus asa sebab Tuhan sedang mempersiapkan kita menjadi anak-anak Tuhan yang tangguh. Biarlah Kristus menjadi inspirasi dalam hidup kita.

 

5. Bertobat secara terus menerus

Maksudnya setiap hari kita harus bertobat; bukankah hari-hari yang kita lalui diwarnai dengan berbagai kesalahan atau dosa ? Untuk itu Tuhan menginginkan setiap anak Tuhan setiap hari mengalami pertobatan. Amin.