Renungan Harian
Buah Kebebalan

Hosea 10:1-8; 1 Petrus 4:7

”Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya : Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka.”

(Hosea 10:2)

Beberapa anak sekolah menengah asyik bermain ombak di pantai selatan pulau Jawa, pengawas pantai mengawasi mereka dan memberikan peringatan supaya mereka jangan terlalu jauh dari garis pantai. Namun di antara mereka tidak mau memdengarkan peringatan benjaga pantai, bahkan mereka terkesan mengejek penjaga pantai yang sedang bertugas. Lalu beberapa anak mulai memberanikan dirinya berenang melawan ombak, sungguh diluar dugaan arus ombak yang sebelumnya landai tiba-tiba berubah menjadi ombak cukup besar dan mulai menyeret mereka menjauhi garis pantai. Mereka tampak panik, penjaga pantai berusaha menolong tetapi ombak yang besar lebih cepat daripada kayuhan tangan seorang penjaga pantai. Akibatnya 7 orang terseret ombak dan tidak diketahui nasibnya dan hanya satu orang saja yang selamat. Dapat dikatakan ketujuh orang korban tadi memakan buah kebebalan mereka.

Bebal itu dapat diartikan sebagai sikap hati yang tidak mau tahu, tidak mau mengerti dan tidak mau berubah walaupun yang bersangkutan sudah tahu kebenaran. Hal inilah yang dilakukan bangsa Israel pada zaman Hosea, bukan hanya rakyat yang melakukan penyembahan berhala, para imamnya pun saat itu berubah setia dan menjadi imam bagi dewa-dewa, ya lagi-lagi karena uang. Mereka bukan lagi hamba Tuhan tetapi sudah menjadi hamba uang.

Melihat keadaan umat yang seperti ini Tuhan sedih, dan dengan otoritasnya la menyatakan penghukuman dengan menghancurkan mezbah-mezbah penyembahan berhala dengan bencana. Namun bencana itu bukan untuk menghancurkan umat, melainkan supaya umat bertobat dan kembali berbalik kepada Tuhan.

Barangkali kita tidak sedang mendirikan tugu-tugu berhala di rumah kita, namun jika hati kita dipenuhi dengan keangkuhan dan masih menjadi hamba uang, maka hal ini bisa dikatakan berhala. Kita semua butuh uang, tetapi waspadalah dengan kebebalan dan jangan mau diperalat uang. Banyak persaudaraan hancur gara-gara uang, tidak sedikit rumah tangga hancur karena uang. Belajarlah menguasai uang, kendalikanlah uang, jangan mau diri kita dikendalikan oleh uang. Jika saat ini ada masalah yang berkaitan dengan uang ingatlah, ”Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7).

 

Renungan :

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu ! (2 Timotius 4:5).

 

Jangan biarkan hidup kita menjadi bebal atau kita memakan buah kebebalan.