Renungan Harian
Kering

Hosea 9:10-17; Matius 3:8

”Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah. Bahkan sekalipun mereka melahirkan anak, Aku akan mematikan buah kandungannya yang berharga.”

(Hosea 9:16)

Pohon yang kering tidak akan pernah bisa bertumbuh dengan baik atau bahkan akan berbuah dengan baik juga. Karena dari buahnyalah kita bisa mengenal pohonnya. Jadi jika buahnya tidak baik maka sudah pasti pohonnya juga tidak baik. Tetapi apa yang terjadi pada Israel kini, Allah Bapa sendiri mengatakan bahwa Israel dulu seperti pohon anggur di padang gurun dan hasil pertama seperti pohon ara. Hal ini menandakan kalau Israel sungguh-sungguh menyenangkan hati Allah. Tetapi setelah itu apa yang terjadi pada Israel?

Mereka sujud menyembah kepada Baal-Peor atau menyembah kepada allah-allah lain, sehingga mereka menghasilkan buah-buah yang tidak baik bagi Allah. Tidak saja mereka sujud menyembah kepada allah lain tetapi mereka juga mengabdikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka membuat jijik Allah yang telah mencintainya. Bagaimana perasaan kita jika seorang yang kita kasihi dan cintai ternyata lebih mencintai orang lain dari pada kita. Sakit rasanya! Begitu pula dengan hati Bapa pasti sakit, melihat dahulu umat yang begitu dikasihi-Nya serta dibawanya keluar dari tanah Mesir dan ditempatkannya pada tempat yang penuh dengan susu dan madunya, tetapi sekarang mereka telah berbalik kapada allah-allah lain. Oleh sebab itu Allah menghalau mereka keluar dari rumah Bapa. Karena mereka semua adalah pemberontak bagi Allah. Allah tidak lagi mencintainya, kalau sudah demikian mereka akan menjadi kering dan tidak ada lagi buah yang mereka hasilkan. Tidak hanya itu saja Allah akan membuat akar mereka menjadi kering dan kandungan mereka akan menjadi tidak berharga lagi. Wow menyedihkan sekali, dari orang yang dicintai dan dikasihi pada awalnya, dan pada akhirnya mereka dibuang dengan sia-sia.

Kadangkala kita seperti umat pilihan Allah di atas, tanpa sadar kita menjauh dari pada kasih karunia Allah yang telah diberikan kepada kita secara cuma-cuma oleh darah Yesus yang tercurah di atas kayu salib.

 

Renungan :

Marilah sekarang kita berbuah bagi Allah. Ketika kita berbuah bagi Allah, maka itulah keberhasilan kita menjadi orang, karena orang Kristen yang berhasil tidak dilihat dari seringnya ia ke gereja, tetapi dari buah yang telah dihasilkan.

 

Jangan sia-siakan kasih sejati Allah, dan jangan menjadi kering.