Renungan Harian
Jangan Gila Harta!

Daniel 5; 1 Timotius 6:19

Kemudian Daniel menjawab raja : "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.”

(Daniel 5:17)

Salah satu karakter dari Daniel yang perlu kita acungi jempol adalah matanya yang tidak “hijau” saat melihat tawaran harta. Dan itu pula yang dibuktikannya tatkala dia berkata kepada raja Belsyazar supaya hadiah itu diberikan saja kepada orang lain.

Daniel menafsirkan mimpi sama sekali bukan karena tergiur oleh tawaran harta, karena dia telah menolaknya. Hal ini telah ia lakukan karena Tuhan telah berbicara kepadanya supaya dia memberitahukan arti mimpi itu, sekaligus memberitahukan penghakiman kepada raja yang dengan seenaknya sendiri telah menghina kekudusan Tuhan dengan memakai peralatan Bait Suci dan menajiskannya.

Ketika pelayanan berbaur dengan mamon (harta), maka biasanya mamon akan menguasai orang itu, sehingga pelayanannya akan hancur dalam hitungan waktu. Dalam sebuah surat “kejengkelan" yang pernah saya baca di majalah rohani, saya membaca seorang pembaca yang menyampaikan kemarahannya kepada seorang artis rohani yang tingkahnya begitu menjengkelkan, seperti: tarif yang sudah ditentukan untuk setiap lagu, menginap di hotel harus yang berbintang lima, makanan juga harus yang mahal, dan lain sebagainya. Meskipun saya tidak menghakimi kalau motifnya adalah untuk uang semata, tetapi pelayanan yang murni tidak didasarkan pada hal-hal itu. Apa jadinya kalau ada pendeta yang memasang tarif kepada jemaatnya? Tidak ada bedanya dengan orang dunia, bukan?

Pikirkan apa yang dilakukan Yesus ketika la berada di bumi. Pernahkah saudara membaca Yesus menarik uang banyak dari orang-orang kaya saat itu? Pernahkah Yesus memasang tarif untuk khotbah-khotbah maupun kesembuhan-kesembuhan yang telah diadakan-Nya?

Saudara, kalau kita terpanggil melayani Tuhan, jangan lupakan bahwa pelayanan memang membutuhkan uang, tetapi jangan dicampuradukan, artinya dukunglah pelayanan dengan dana, tetapi Jangan mencari uang dengan pelayanan. Saudara mengerti maksudnya?

Orang yang cinta uang akan jatuh ke dalam berbagai masalah (1 Timotius 6:19). Sudah jelas Alkitab berkata demikian, tetapi masih saja banyak orang Kristen yang tidak kapok. Dan yang paling parah kalau memanipulasi pelayanan untuk mencari uang.

 

Renungan :

Milikilah hati yang murni. Kalau melayani Tuhan, layanilah sesuai dengan panggilan kita dan dengan hati yang tulus juga.

 

Ketika harta menguasai hati seseorang, pelayanan apapun jadi tidak murni lagi.