Renungan Harian
Bakar Kesombonganmu !

Daniel 4; Yohanes 17:23

” . . . Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan ?”

(Daniel 4:30)

 

Berbicara tentang kesombongan, mungkin kita tidak lagi melakukannya seperti Nebukadnezar, yang secara terang-terangan mengakui kehebatannya sendiri, tetapi yang paling sering kita jumpai adalah kesombongan terselubung dan dibalut dengan kerohanian. Apapun bentuknya kesombongan, itu merupakan awal dari sebuah kehancuran, seperti yang tertulis dalam Amsal 18:12, ”Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” Memang, setiap orang tidak mau dikatakan sombong, namun setiap gerak langkah dan tutur katanya menunjukkan bahwa ia merasa lebih hebat dari yang lain itulah disebut kesombongan. Bukankah Guru Agung kita yaitu Tuhan Yesus telah mengajak kita untuk belajar kepadaNya, seperti yang tertuang di dalam Matius 11:29 : ”. . . belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Selama seseorang tidak mau ditegor atau diingatkan akan kesombongannya, sebenarnya ia sedang mempersiapkan dirinya masuk dalam sebuah kejatuhan. 

Sebagai contoh adalah peristiwa tenggelamnya kapal terbesar dan termewah di dunia yaitu kapal Titanic yang diklaim sebagai kapal yang tidak dapat tenggelam, sehingga dalam promosi besarnya telah sukses menarik kalangan bangsawan  dan industrialis kaya. Namun banyak orang lupa bahwa itu buatan manusia yang penuh dengan keterbatasan. Karena manusia adalah makhluk yang lemah. Namun, tak sedikit yang menyombongkan diri atas keberadaannya. Bahkan ada yang tingkat kesombongannya sampai pada level tinggi sehingga membandingkan dirinya dengan Tuhan, atau menantang Tuhan. Seperti yang diucapkan oleh Thomas Andrews. Ia menyombongkan kapal Titanic rancangannya, bahkan mengklaim Tuhan pun tak bisa menenggelamkan kapal itu. Lalu apa yang terjadi, kapal itu tenggelam pada hari keempat pelayaran perdananya.

Dan masih ada banyak contoh lain yang menyatakan timbulnya kehancuran diakibatkan oleh kesombongan. Walaupun demikian, banyak orang yang masih mengabaikan peringatan-peringatan yang ada. Oleh karena itu, bakarlah kesombonganmu sebelum menyesal kemudian. Selama masih ada kesempatan belajarlah untuk merendahkan diri, sebab pada akhirnya kita akan ditinggikan.

 

Renungan :

Selama kita mengaku milik Kristus, maka karakter Kristus harus muncul dalam hidup kita, agar nama Tuhan dipermuliakan.

 

Milikilah kesadaran yang tinggi bahwa hidup ini adalah sebuah anugerah, bukan kuat dan gagah kita.