Renungan Harian
Pemuda Yang Luar Biasa

Daniel 3; Matius 22:37, 38

”Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

(Daniel 3:18)

Sadrakh, Mesakh, dan Abedenego (untuk selanjutnya disingkat: SMA) bukan saja pemuda-pemuda yang luar biasa, tetapi iman mereka juga amat teruji. Sementara orang-orang lain begitu ketakutan dan mengikuti setiap perintah raja tanpa dipikir lagi, namun SMA memegang teguh komitmennya.

Ketiga pemuda Yahudi tersebut tetap membangkang perintah raja supaya mereka menyembah patung buatan manusia itu. Mereka lebih menuruti perintah Tuhan. Mereka lebih takut kepada Raja segala raja yang mereka sembah. Jadi kalau toh risikonya mereka harus mati, mereka tidak takut.

Banyak orang Kristen yang terlalu banyak memberikan syarat kepada Tuhan. Ada yang menjadi orang Kristen karena mereka melihat bahwa tetangganya yang Kristen lebih diberkati. Ada juga yang menjadi Kristen karena ingin hidupnya terlepas dari hutang. Atau ada juga yang menjadi Kristen dengan harapan bisa mendapatkan jodoh. Suatu saat orang Kristen seperti ini akan rontok bak daun kering manakala penderitaan dan aniaya datang. Jangan salah mengerti, Tuhan memang sanggup menolong kita dari berbagai persoalan, hanya saja jangan itu yang menjadi motivasi utama!

Kita lihat bagaimana “SMA” adalah pemuda-pemuda yang tulus dan taat kepada Tuhan tanpa memberikan syarat. Mereka berkata, "Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka la akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja” (ay. 17). Mereka percaya akan kuasa Tuhan. Mereka tidak meragukan sedikitpun akan kekuatan Tuhan untuk melepaskan mereka dari perapian itu. Tetapi yang menarik justru di ayat berikutnya, "tetapi seandainya TIDAK, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Hebat sekali pemuda ini. Mereka siap mati untuk Tuhan. Sebab kalau Tuhan ternyata punya rencana lain dengan mengizinkan mereka mati di perapian itu, mereka tidak undur untuk tetap setia kepada Tuhan.

 

Renungan :

Banyak orang Kristen zaman sekarang begitu rapuh. Jangankan masuk perapian, tangannya kena wajan panas saja sudah mengumpat-umpat dan bahkan menyalahkan Tuhan. Dan biarlah kita bukanlah orang yang dimaksud. 

 

Kasih Tuhan kepada kita itu tanpa syarat, karena itu kasihilah Tuhan juga tanpa syarat.