Renungan Harian
Bersekutu Dengan Tuhan

Yehezkiel 46; Yohanes 14:6

”Tiap hari ia harus mengolah domba berumur satu tahun dan yang tiada bercela sebagai korban bakaran bagi Tuhan; setiap pagi ia harus melakukan itu.”

(Yehezkiel 46:13)

Setiap pagi hari kita selalu mendengar ajakan untuk beribadah dari saudara sepupu kita. Dan mereka dengan taat mengambil bagian dalam ibadah tersebut. Tetapi semua itu hanya dijalankan secara rutinitas saja, dan lebih lagi itu dilakukan oleh karena ajaran seseorang semata. Tetapi sebenarnya yang kita lakukan haruslah lebih dari itu. Itu semua juga yang diteladankan oleh Tuhan Yesus untuk kita.

Setiap pagi kita harus melakukan pujian dan penyembahan kepada Tuhan Yesus, sebab selama kita beristirahat sepanjang malam dan di saat bangun pagi kita mengucap syukur karena perlindungan malaikat Tuhan kepada kita, dan memohon pertolongan untuk sepanjang hari beraktifitas supaya dalam setiap langkah kita malaikat Tuhan senantiasa menolong, menuntun, membimbing kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak berkenan di mata Allah Bapa. Kita harus mengandalkan Tuhan Yesus dengan segenap hati dan kekuatan seperti yang Tuhan Yesus inginkan.

Bersekutu dengan Allah Bapa di dalam anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus Tuhan kita adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Sebab di luar Tuhan Yesus kita tidak dapat melakukan apa-apa. Artinya kita harus senantiasa hidup dalam pimpinan Roh Kudus yang Tuhan telah berikan kepada kita supaya Dia senantiasa menuntun hidup kita kepada keselamatan, sebab barangsiapa yang percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dalam hidupnya maka kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat tetapi hidup dalam hukum kasih karunia.

Hukum Taurat tidak akan membawa manusia selamat, sebab Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menggenapi hukum Taurat. Jika kita konsentrasi kepada hukum Taurat saja maka kita akan melupakan kasih karunia Allah Bapa. Karena kesempatan untuk bersekutu dengan Tuhan hanya setahun sekali, tetapi jika kita hidup dalam kasih karunia maka kita tidak perlu menunggu tahun yang akan datang untuk datang kepada Allah Bapa, tetapi setiap saat kita bisa bersekutu kepada Allah Bapa di dalam anak-Nya yang tunggal, yakni Tuhan Yesus Kristus yang sebagai perantara kita untuk datang sujud menyembah langsung kepada Allah Bapa. Semua ini karena persekutuan kita dengan Yesus Kristus. Sebab tanpa Yesus kita tidak akan sampai kepada Allah Bapa, seperti yang tertulis dalam Yohanes 14:6.  

 

Renungan :

Sebaiknya kita harus mengambil sikap, mau bersekutu dengan Tuhan Yesus atau menjadi sekutu iblis.

 

Kita akan semakin ”hidup” ketika bersekutu dengan Tuhan.