Renungan Harian
Semudah Membalik Telapak Tangan

Yehezkiel 21; Lukas 1:37

“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan"

(Yehezkiel 21:26)

 

Raja-raja serta kaum Israel berubah setia dengan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan yaitu penyembahan berhala. Akibatnya, Tuhan sangat murka sampai-sampai berkata bahwa raja-raja Israel adalah orang fasik yang durhaka. Tidak hanya sampai disitu, Tuhan memakai bangsa Babel yang tidak mengenal Allah untuk menghukum dan menceraiberaikan kaum Israel. Oleh karena janji-Nya Tuhan memberkati bangsa Israel. Namun oleh karena kesalahannya, Tuhan memakai bangsa yang dikatakan sebagai orang-orang dungu untuk merendahkan bangsa Israel.

Tidak ada yang kekal di bawah kolong langit ini. Segala sesuatu bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pernah diduga sebelumnya. Oleh sebab itu jangan berharap pada sesuatu yang tidak tentu seperti kekayaan. Dan jangan bangga serta sombong ketika kekayaan itu kita dapatkan. Lalu kemudian engkau mulai hidup sembrono, tidak takut lagi akan Tuhan, meninggalkan pelayanan dan ibadah bahkan mulai gemar mengkritik orang-orang yang melayani dalam rumah Tuhan. Hei...ingatlah, kalau Tuhan mau mengambil kembali semua yang ada padamu itu hanya semudah membalikkan telapak tangan.

Ada seorang bapak yang sekian puluh tahun lalu memulai usahanya dengan kondisi sangat memprihatinkan. Rumah ngontrak, anak banyak, rumah tinggal juga sekaligus sebagai tempat usaha. Dalam kondisi seperti itu dia selalu rajin beribadah bahkan mau membantu apa saja untuk pelayanan. Tiba saatnya Tuhan memberkati usahanya, dia mulai punya workshop sendiri, rumah tinggal yang besar dan nyaman, mobil mewah dan sebagainya. Tapi kelakuan juga jadi berubah: punya WIL, senang kehidupan malam, suka mengkritik hamba Tuhan, dan lain-lain. Satu waktu seseorang menipunya dengan meminjam uang dalam jumlah yang sangat besar dengan iming-iming bunga yang tinggi dan surat jaminan yang ternyata palsu. Akhirnya, seketika dia bangkrut karena ternyata uang yang dipinjamkan itu bukan miliknya dan sebagai penjamin dia harus mengganti kepada yang punya uang. Apa boleh buat, Bapak in kembali harus masuk dalam proses “padang gurun” untuk meraih janji-janji Allah.

 

Renungan :

Tuhan berkuasa untuk meninggikan dan merendahkan seseorang, memberkati atau mengizinkan berkat itu hilang lenyap. Jadi apapun terjadi, jangan pernah melepaskan Tuhan karena Dia mampu berbuat apa saja dalam hidupmu menurut kehendak-Nya.

 

Kemilau dunia ini sementara, tetapi kemilau kemuliaan Tuhan itu kekal.