Renungan Harian
Ah (cuma) Teori

Yehezkiel 19; Efesus 6:4

"Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan. Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan"

(Yehezkiel 19:14)

 

Yehezkiel pasal 19 menceritakan kisah tentang raja-raja Israel yang kepemimpinan berlangsung singkat dan berakhir dengan tragis. Yoahas anak Yosia memerintah Yehuda tiga bulan lalu kemudian dibawa ke Mesir dan mati di sana. Yoyakhin (cucu Yosia dari Yoyakim) menjadi raja lalu kemudian menjadi orang buangan di Babel. Zedekia (paman Yoyakhin) diangkat menjadi raja lalu juga menjadi buangan di Babel bahkan anak-anaknya tewas disembelih. Mengapa keluarga ini bisa mengalami nasib tragis seperti itu sehingga tongkat kerajaan dalam garis keturunannya berakhir ? Jawabannya adalah karena keluarga besar ini melakukan apa yang jahat di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan oleh nenek moyangnya.

Pencitraan teladan adalah hal yang sangat penting dalam keluarga. Namun seringkali terjadi di dalam keluarga, para orangtua mengajarkan sesuatu kepada anaknya yang mereka sendiri tidak melakukannya. Bahkan orangtua tersebut melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang mereka ajarkan. Contohnya, orangtua mengajarkan anaknya untuk tidak merokok. Tetapi pada saat bersamaan, orangtuanya sendiri masih menjadi penggemar berat dalam hal merokok. Anak pasti mengikuti teladan dan bukannya perkataan orangtuanya karena satu teladan yang dipraktekkan itu jauh lebih baik dari segudang teori yang tidak dilakukan. Jangan sampai ketika engkau mengajarkan sesuatu kepada anakmu, dia hanya melengos sambil berkata, "Ah...(cuma) teori".

Seorang Bapak yang gemar berselingkuh dengan para wanita PSK satu waktu tanpa sengaja tepergok oleh anak lelakinya di sebuah hotel sedang menggandeng seorang wanita penghibur. Namun apa reaksi sang ayah. Bukannya terkejut dan berusaha mengklarifikasi, dia malah menawarkan anaknya untuk mengambil satu wanita penghibur disitu atas tanggungan sang ayah asalkan anak tersebut tidak menceritakan tingkah ayah kepada ibunya. Sungguh orangtua tidak bermoral yang hanya berpikir singkat demi menyelamatkan diri tanpa berpikir tentang konsekuensinya bagi si anak.

Ingatlah para orangtua, jangan tinggalkan contoh yang jahat kalau tidak ingin keturunanmu nanti menderita oleh karenanya seolah seperti hukuman yang berlangsung turun temurun tiada akhir.

 

Renungan :

Semua orangtua di dunia ini pasti menginginkan anaknya mempunyai karakter dan hari depan yang baik. Namun, sudahkah engkau memberikan dan meninggalkan teladan yang baik bagi anak-anakmu.

 

Anak-anak akan hidup menurut teladan yang diberik tan yang diberikan orangtuanya.