Renungan Harian
Mengambil Rahmat Yang Baru

Ratapan 3; Markus 1:35

”Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,

selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

(Ratapan 3:22-23)

Doa tengah malam dan doa fajar adalah dua hal yang seringkali bahkan setiap saat dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam Alkitab. Dan karena hal itu, Tuhan memberikan keberhasilan pada tokoh-tokoh tersebut dalam kehidupannya. Banyak anak-anak Tuhan juga punya kebiasaan yang sama yaitu melakukan doa fajar dan kadangkala doa tengah malam. Mereka bersaksi bahwa mereka melihat pertolongan dan campur tangan Allah yang dahsyat dalam kehidupannya karena kebiasaan doa seperti itu. Mengapa? Karena Firman Tuhan jelas berkata bahwa, "Rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi.” Jadi setiap kali kita berdoa fajar maka pada saat itu kita sedang mengambil rahmat Tuhan yang baru untuk hari itu. Seperti umat Israel dalam perjalanan dari Mesir ke tanah perjanjian, mereka tidak bisa menyimpan manna yang kemarin untuk dimakan hari ini. Begitu juga pengalaman bergaul intim dengan Tuhan harus senantiasa baru setiap hari. Dan setiap pagi kita mengambil “manna” yang baru untuk hari itu agar hidup kita senantiasa ada dalam garis berkatNya Tuhan.

Ada seorang anak Tuhan yang bersaksi bahwa dia punya kebiasaan berdoa jam dua pagi setiap hari kapanpun dan dimanapun dia berada. Kebiasaan itu sudah dia lakukan sejak masih belum bekerja, belum menikah sampai hari ini telah punya pekerjaan dan keluarga yang baik. Dia melihat campur tangan Allah luar biasa membela pekerjaan dan keluarganya. Dilihat dari sudut waktu dan senioritas pekerjaan belum semestinya dia duduk di posisi dimana dia ada sekarang. Tetapi oleh karena kesetiaannya yang tidak pernah “bolong" dalam kebiasaan doa pagi Tuhan memberikan segala yang terbaik kepada anak Tuhan ini.

Ada satu lagu berkata, "Tuhan hanya sejauh doa”, tetapi justru itulah yang kadangkala paling sulit dilakukan oleh anak-anakNya yaitu berdoa. Sehingga tidak heran rasanya pertolongan itu semakin menjauh saja dari kehidupannya. Mereka minta bantuan doa kesana kemari, tetapi yang Tuhan minta dan tunggu sebenarnya adalah dia datang secara pribadi kepada Tuhan meminta pertolongan tanpa bantuan dan koneksi hamba Tuhan manapun juga.

 

Renungan :

Doa fajar memang kadangkala terasa berat bagi yang tidak biasa melakukannya. Tetapi pagi hari itulah kesempatan di mana Tuhan sudah siap memberikan rahmat-Nya yang baru. Namun banyak orang yang tidak mengambilnya sehingga dia terus makan "manna" yang kemarin, hidup dengan berkat dan kesaksian yang lama-lama. Padahal di dalam Tuhan senantiasa ada pengalaman baru berjalan bersama Dia. 

 

Rahmat Tuhan senantiasa disediakan setiap pagi kepada anak-anakNya, tetapi banyak anakNya yang tidak mengambil itu.