Renungan Harian
Berdoa Dengan Bahasa Air Mata

Ratapan 2; Yohanes 11:35

”Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!”

(Ratapan 2:18)

 

Tuhan adalah Bapa yang baik. Sebagai Bapa yang baik Dia akan mendidik anak-anak-Nya dalam kebenaran firman-Nya dan menegur apabila anakNya berbuat salah. Teguran Tuhan dapat berupa perkataan Firman yang mengingatkan sampai kepada tindakan keras yang bermaksud menyelamatkan anak-Nya dari marabahaya. Tetapi di dalam semuanya itu sama sekali tidak terkandung maksud untuk membunuh dan membinasakan.

Murka Tuhan pada dasarnya adalah sesuatu yang akan berlaku surut seiring dengan langkah pertobatan dan penyesalan yang sungguh-sungguh dari orang yang dimurkai tersebut. Bagaimana cara melunakkan hati Tuhan agar segera mengangkat murka dan menurunkan berkat anugerahNya dalam hidup kita? Ayat pembuka diatas telah memberikan langkah yang benar yaitu berdoa dengan bahasa air mata.

Suatu ketika pemerintah Jepang dengan gencar-gencanya mensosialisasikan terapi air mata sebagai solusi mengurangi tekanan goncangan batin akibat beban hidup yang menumpuk di kota megapolitan seperti Tokyo. Kenapa ? Karena ternyata banyak orang di Jepang yang ketika sedang menghadapi masalah, memendam masalah itu dalam hatinya, merenung sendiri dan akhimya mengambil tindakan fatal yaitu bunuh diri. Mereka tidak mampu mengekspresikan kegelisahan jiwanya sehingga terasa sangat menyesakkan dada.

Berdoalah dengan bahasa air mata saat beban berat terasa menghimpit hidupmu. Ekspresikan seluruh tekanan dan goncangan batinmu di dalam doa. Paling tidak itu akan menolong memberikan banyak kelegaan daripada hanya dipendam dalam hati. Itu sebabnya ketika satu waktu mungkin ada seorang teman yang ingin menbagikan masalahnya dengan engkau dan tiba-tiba dia menangis. Biarkan saja dia menangis sampai emosinya reda kembali dan setelah itu barulah ajak dia berbicara dengan tenang dari hati ke hati.

Manusia saja bisa trenyuh hatinya melihat air mata sesamanya yang tertumpah karena penderitaan. Apalagi Tuhan yang menciptakan manusia itu. Hampiri Tuhan dengan bahasa airmata doa, mintalah belas kasihan-Nya dengan airmata doamu siang dan malam. Lihatlah bagaimana pertolongan itu akan dinyatakan dalam kehidupan kita.

 

Renungan :

Ketika sedang menghadapi masalah seringkali kita menjadi panas hati dan sibuk mempersalahkan orang lain serta keadaan. Ambil sikap yang berbeda. Berdoalah kepada Tuhan dengan airmata doamu dan tinggalkan panas hati itu.

 

Airmata adalah bahasa doa yang sangat ampuh untuk melunakkan hati Tuhan.