Renungan Harian
Tuhankah Yang Bersalah?

Ratapan 1; 1 Korintus 10:13

”Tuhanlah yang benar, karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya; dengarlah hai segala bangsa, dan lihatlah kesedihanku; dara-daraku dan teruna-terunaku pergi sebagai tawanan.” 

(Ratapan 1:18)

Masalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari yang namanya kehidupan. Hidup pasti ada masalah dan tantangan. Setiap orang pasti pernah, sedang dan akan terus berhadapan dengan yang namanya masalah. Persoalannya adalah : bagaimana kita menghadapi masalah tersebut ?. Itulah vang akan menentukan apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau pecundang.

Kadangkala kita bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak beribadah ke gereja. Ketika ditanya, "Kenapa Bapak/Ibu sudah lama tidak beribadah ke gereja?” maka dengan suara lantang atau mimik suara penuh kekecewaan mereka berkata, “Buat apa ke gereja? Toh ke gereja juga hidup saya tetap saja tidak ada perubahan. Sementara orang yang tidak beribadah malah hidupnya makin sukses saja."

Pernyataan-pernyataan yang diungkapkan seolah-olah ingin mengatakan bahwa Tuhan bersalah karena telah membuat hidup mereka menderita sehingga tidak ada gunanya beribadah kepadaNya.

Sikap mempersalahkan Tuhan untuk setiap situasi tidak baik yang terjadi dalam hidup kita pada akhimya akan mengurangi atau bahkan menghilangkan sikap mengoreksi diri sendiri. Kondisi seperti itu sangat tidak membantu untuk dapat keluar dari masalah yang sebenarnya, bahkan akan makin terjerumus dalam lingkaran yang tidak ada jalan keluarnya. 

Mari coba bersikap tenang, jangan mempersalahkan Tuhan. Mulailah dengan instropeksi kepada diri sendiri. Sekiranya keadaan itu terjadi akibat kesalahan diri sendiri, minta ampunlah kepada Tuhan dan bertobat dari jalan-jalan yang jahat itu. Seandainya kita tidak mendapati kesalahan dalam diri kita, berdoalah supaya Tuhan memberikan kekuatan agar kita dapat menang dalam masa ujian iman yang diijinkan terjadi atas hidup kita. Dan seandainya itu terjadi karena perbuatan setan, lawanlah dia dengan roh yang teguh sebab peperangan kita bukan melawan darah dan daging. Jadi jangan lawan itu dengan kekuatan otot, otak dan uang kita. Yang paling penting dari semua itu adalah, "jangan pernah mempersalahkan Tuhan, sebab Tuhan adalah tempat pertolongan dan perlindungan kita”. Dia bukan Allah yang kejam, tetapi Bapa yang penuh kasih dan sayang. Camkanlah itu.

 

Renungan :

Allah tak pernah salah untuk semua yang terjadi dalam hidupku. Rancangan-Nya adalah sempurna dan janji-Nya pasti digenapi. Namun dosalah yang merintangi rancangan dan janji-Nya yang sempurna itu digenapi dalam hidup kita.

 

Jangan pernah berburuk sangka kepada Tuhan, karena Dia adalah Bapa yang selalu berbaiksangka kepada kita.