Renungan Harian
Apa Arti KebaikanNya?

Yeremia 37:17-21; Kisah Rasul 3:19

”Raja Zedekia memberi perintah, lalu orang menahan Yeremia di pelataran penjagaan dan memberikan setiap hari kepadanya sepotong roti dari jalan tukang roti, sampai pada waktu segala roti habis di kota itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.”

(Yeremia 37:21)

 

Raja Zedekia mungkin jengkel kepada Nabi Yeremia, karena nabi ini tidak menubuatkan yang baik tentang dirinya. Tidak seperti nabi-nabi lainnya yang aspal - asli tapi palsu. Jadi tidak heran kalau dia begitu tidak suka kepada Yeremia. Dia sadar kalau menyuap pun supaya nabi ini mengucapkan kalimat-kalimat yang menyenangkan hatinya tidaklah bisa, sebab dia tahu kalau nabi ini lebih mengutamakan menyampaikan kebenaran daripada perkara-perkara materi.

Tetapi kali ini ada sedikit kebaikan yang ditunjukkannya kepada Nabi Yeremia. Dia meluluskan permintaannya supaya Yeremia tidak dikembalikan ke rumah panitera Yonatan. Tetapi apa artinya kebaikan yang sedikit itu kalau dibandingkan kekerasan hatinya yang tidak mau bertobat? Apa arti kebaikannya kalau dia masih saja tidak mau berlutut dan menyadari kesalahannya dengan meninggalkan Allah Israel?

Di gereja kita juga menemukan orang-orang seperti Zedekia ini. Rajin ke gereja hanya untuk menutupi dosa-dosa lainnya yang lebih besar. Selalu berada di persekutuan doa supaya setiap orang memandangnya sebagai orang yang beragama. Mereka lupa bahwa yang terutama adalah pertobatan. Setiap orang yang melakukan perbuatan baik tanpa dimulai dengan pertobatan maka itu adalah pekerjaan yang sia-sia. Sama seperti orang yang rajin berbuat baik tetapi tidak mau terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Apa artinya itu semua? Tidak ada artinya. Kesalehan kita itu seperti kain yang kotor di hadapan-Nya.

Mungkin maksud Raja Zedekia itu baik dengan meluluskan permintaan Yeremia, tetapi selama hatinya masih menjauh dari Allah Israel, maka itu semua adalah kesia-siaan. 

Jadi kita harus bertobat dulu sebelum kita memuji Tuhan atau memberikan persembahan, supaya apa yang kita lakukan tidaklah sia-sia.

 

Renungan :

Bertobat adalah jalan menuju segala berkat. Kalau kita bertobat, maka apapun yang kita kerjakan akan menjadi berkat, baik bagi kita maupun bagi orang lain.

 

Kalau kita diselamatkan, jangan ragu untuk berbuat baik, karena itu adalah tabungan kita kelak.