Renungan Harian
Membohongi Diri

Yeremia 37:1-10; Kisah Rasul 5:3-5

”Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu membohongi dirimu sendiri dengan mengatakan: Orang-orang Kasdim itu telah pergi untuk selamanya dari pada kita! Padahal mereka tidak pergi untuk selamanya!”

(Yeremia 37:9)

 

Bohong barangkali dosa terlama sejak manusia diciptakan Tuhan. Ingatlah peristiwa pembunuhan berencana dalam Kitab Kejadian 4:8-10: "Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah."

Jelas-jelas Kain membunuh Habel, namun ia berusaha berkelit dihadapan Tuhan, ia pura-pura tidak tahu. la berusaha membohongi dirinya sendiri, namun Tuhan terus mendesaknya, dan memberinya penghukuman.

Hal yang sama terjadi juga dalam Kisah Rasul 5:3-5 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu."

Dari kisah ini ingin ditunjukkan bahwa kebohongan bukan hal yang main-main di hadapan Tuhan, setiap kebohongan pasti ada akibatnya. 

Kita bisa saja bohong di hadapan manusia tetapi hati kita sendiri tidak bisa dibohongi, karena itu dalam nats renungan di atas Tuhan mengingatkan jangan membohongi diri sendiri. Sebab membohongi diri sendiri termasuk membohongi Allah. 

Efesus 4:25 menasihatkan kepada kita: "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota." 

 

Renungan :

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kolose 3:9,10).

 

Jangan biarkan kebohongan menjadi kanker dalam hidup kita, sebab cepat atau lambat kanker ini bisa mematikan.