Renungan Harian
Transparan

Yeremia 16:1-21: 1 Yohanes 1:7

Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan merekapun tidak terlindung di depan mata-Ku.

(Yeremia 16:17)

Salah satu berita utama yang mewarnai negeri tercinta kita adalah kasus korupsi yang dilakukan bukan hanya pada tingkat bawah tetapi juga pada pejabat kelas atas, yang notabene orang-orang yang tinggi tingkat pendidikannya. Jumlah kerugian negara bukan hanya ratusan juta, tetapi ratusan milyar, bahkan mungkin sudah masuk trilyunan.

Banyak dugaan mengapa sampai kasus ini sulit dilacak, antara lain ada yang mengatakan kurangnya pengawasan ketat secara manajemen, ada yang berkata kesengajaan sistem, ada yang berkata salah satu penyebabnya adalah kurang adanya transparansi manajemen lembaga pemerintahan terhadap publik.

Namun kenyataan di lapangan seringkali kasus korupsi sulit diungkapkan dan kadang mendapatkan tolerasi, karena faktor sosial dan politik. Namun demikian bisa dipastikan hati nurani para koruptor pasti tidak bisa dibohongi, hati mereka akan berkata-kata bahwa mereka memang melakukannya.

Manusia bisa menyembunyikan kejahatan dan kesalahannya, termasuk orang disekitarnya pun barangkali bisa dikelabuhi atau diajak kompromi, tetapi Tuhan itu mahatahu. Gerak-gerik setiap orang yang jumlahnya 2 milyar jiwa ini tidak terlepas dari mata Tuhan, firmannya berkata: "Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-ku, dan kesalahan mereka pun tidak terlindung di depan mata-Ku” (Yeremia 16:17).

Tuhan tahu saat kita berjalan, la tahu saat kita tidur, la tahu saat kita bekerja, la tahu saat kita berbuat jahat atau berbuat baik, bahkan la tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Ayat renungan di atas merupakan peringatan Tuhan bagi umat pilihan yang dikasihiNya. Sebagai orang percaya kita perlu menghargai dan menghormati penyertaan Tuhan, dengan sikap hati dan hidup kita dihadapan-Nya.

Alkitab mencatat bahwa tubuh kita adalah bait Allah, dimana Roh Allah tinggal di dalamnya (1 Korintus 3:16). Kalau kita rindu Roh Allah berkarya dalam hidup kita, jauhkanlah hati kita dari kebencian, iri hati, kedengkian dan tidak mau mengampuni, serta hiduplah dalam pertobatan, maka mujizat dan berkat Tuhan terbuka untuk kita.

 

Renungan :

Sikap hati yang transparan dihadapan Tuhan adalah kunci kesuksesan orang percaya, tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (1 Yohanes 1:7).

 

Jadikan hidup kita transparan di mata Tuhan, sebab hati dan perbuatan kita kelihatan transparan di mata Tuhan.