Khotbah Mingguan
Tuhan Sanggup Menolong

Oleh :

Pdt. Samuel Sianto

Minggu, 7 April 2019

Saudara, sebelum kita mengalami mujizat daripada Tuhan maka kita terlebih dahulu memenuhi tiga hal, yaitu : 1. Mengerti firman Tuhan. Untuk dapat mengerti firman Tuhan, maka kita harus mempelajari dengan sungguh-sungguh. 2. Mempercayai firman Tuhan. Untuk mempercayai firmanNya bukanlah sesuatu yang mudah, karena terkadang firman Tuhan tidak masuk akal, tetapi harus dipercayai. 3. Melakukan firman Tuhan. Ketika melakukan firman Tuhan, maka Tuhanpun akan melakukan kebaikan buat kita. Dan apabila kita sudah melakukannya maka tidak ada sesuatu yang sukar maupun mustahil sebab Allah yang bertindak, seperti yang tertulis dalam 1 Samuel 14:6b. Disitu dijelaskan bahwa bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang sukar untuk menolong kita. Justru pikiran kitalah yang sering membuat diri kita sukar. 

Sedangkan kalau kita mempelajari kisah daripada Gideon, maka kita akan melihat karya tangan Tuhan sungguh luar biasa, seperti yang tertulis dalam Hakim-hakim 7:1-22. Dalam ayat pertama terdapat kalimat “bangun pagi-pagi” maksud rohaninya adalah sebelum kita melakukan aktifitas sepanjang hari, hendaknya kita mencari Tuhan terlebih dahulu. Dan selanjutnya juga terdapat kalimat “dekat mata air” maksud rohaninya adalah dekat/membaca firman Tuhan. Jadi, hendaknya kita senantiasa mencari Tuhan dan membaca firmanNya sebagai landasan dalam menjalani hidup ini, karena perjalanan hidup kita penuh dengan tantangan. 

Kalau kita kembali pada kisah Gideon, maka kita lihat bahwa Tuhan memerintahkan untuk mengurangi jumlah rakyatnya yang hendak maju berperang, karena terlalu banyak. Hal ini dimaksudkan supaya mereka tidak sombong atas kekuatan mereka. Dari 32.000 orang menjadi 10.000 orang, itupun masih diseleksi lagi hingga sisa 300 orang. Dan melalui 300 orang inilah Tuhan bekerja untuk membawa bangsa Israel dalam kemenangan. Oleh sebab itu, apabila kita ingin ditolong Tuhan, maka kita perlu belajar seperti Gideon dan 300 orang rakyat tersebut. Lalu, apa yang dapat kita pelajari dari mereka ? Mereka adalah orang-orang yang optimis. Dan orang yang optimis tidak melihat apa yang ada pada dirinya, melainkan hanya melihat Tuhan saja yang sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib. Amin.