Renungan Harian
Berdoa Bagi Hamba Tuhan

Yeremia 15:10-21; 1 Tesalonika 5:25 

”Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang yang menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapapun, tetapi mereka semuanya mengutuki aku.”

(Yeremia 15.10)

Menjadi seorang nabi tidaklah senyaman seperti yang dibayangkan orang. Dan ditemukan seorang nabi yang frustrasi karena jabatannya itu. Seorang nabi yang tidak berdaya dan "terpaksa” mengikuti setiap perintah Tuhan. Tetapi nabi yang satu ini tidak hidup pada zaman keemasan. Nabi ini tidak hidup dalam zaman ketika umat Tuhan sedang giat-giatnya melakukan perintah Tuhan. Nabi ini tinggal di tengah-tengah bangsa yang sedang giat-giatnya berpesta pora di dalam dosa. Dan sungguh suatu perintah yang tidak menyenangkan bila nabi ini harus menghadapi bangsa seperti ini.

Yeremia mengalami tekanan di dalam jiwanya. Dia mengemban perintah yang begitu berat dari "atasan”. Tetapi nabi ini dengan setia melakukan perintah Tuhan dan itu artinya dia harus mengalami stres juga.

Saudara, sebagai jemaat Tuhan kita juga harus menopang para pelayan Tuhan full-timer (penuh-waktu). Mereka juga manusia bisa seperti kita. Kadangkala juga mereka membutuhkan waktu untuk pergi tempat-tempat sunyi untuk menghilangkan kepenatan. Atau kalau yang di kota, jalan-jalan ke mal. Janganlah dicerca, "Pendeta kok jalan-jalan saja kerjaannya.” Daripada mencelanya, sebaiknya kita mendoakan mereka. Para pelayan Tuhan bukanlah manusia super yang terus menerus selalu kuat. Kadangkala mereka juga mengalami depresi. Kadangkala mereka harus menangis sepanjang hari. Sebagai jemaat yang baik, kita harus mendoakan dan menopang mereka.

Paulus juga berkata kepada jemaat di Tesalonika, "Saudara saudara, doakanlah kami” (1 Tesalonika 5:25). Siapa yang tidak kenal dengan Paulus, yang menulis sebagian besar surat-suratnya di dalam Perjanjian Baru? Tetapi dia juga membutuhkan dukungan doa. Juga kalau bukan karena doa-doa orang kudus, mungkin saja Paulus tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan berikan kepadanya.

Jadi kita harus lebih sadar lagi akan pentingnya berdoa bagi para pelayan Tuhan. Sertakan doa-doa kita kepada mereka. Topanglah mereka di dalam doa

 

Renungan : 

Jangan berdoa bagi diri sendiri saja. Doakanlah para hamba-hamba Tuhan dan pelayan Tuhan, baik yang full-timer ataupun yang tidak. Supaya mereka dapat menyelesaikan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada mereka.

 

Jika jemaat berdoa, maka kuatlah para hamba Tuhan.