Renungan Harian
Dia Ulurkan Tangan

Yesaya 65:1-16; Wahyu 3:20

”Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.”

(Yesaya 65:2)

 

Kata "mengulurkan tangan" mempunyai arti sebuah undangan. Ini sama artinya dengan apa yang dikatakan di dalam Amsal 1:24. "Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku."

Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk membawa mereka menikmati kasih karunia-Nya, namun bangsa ini telah menolaknya. Bangsa ini memberontak kepada Allah yang sungguh mengasihi mereka!

Saudara, ketika Allah mengulurkan tangan-Nya atas hidup kita apakah kita telah menganggapinya? Ataukah kita justru menampik tawaran-Nya. Sayang, banyak orang yang telah menolaknya. Berkali-kali Allah mengulurkan tangan-Nya untuk mencurahkan kasih karuniaNya namun mereka menolak-Nya.

Mungkin saja kita dulu telah menerima Kristus, tetapi secara perlahan kita telah menggeser-Nya, sehingga Dia tidak lagi berada di dalam hidup kita. Dengan kata lain kita telah mendepak-Nya. Inilah yang dialami oleh jemaat Laodikia, sebuah jemaat yang suam-suam kuku. Saat itu Yesus berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Wahyu 3:20).

Banyak orang mengacu ayat ini dan mengaikannya dengan orang berdosa yang menerima undangan Tuhan. Tetapi perhatikan bahwa ayat ini bukan untuk orang berdosa tetapi untuk jemaat Tuhan yang telah mendepak-Nya keluar!

Banyak orang yang secara tidak sadar telah menempatkan Yesus di luar. Padahal Yesus telah mengulurkan tangan-Nya untuk menolong mereka. Tuhan mencoba melakukan perkara yang besar dalam hidup mereka, tetapi lagi-lagi mereka menolaknya. Suatu saat Dia akan berhenti mengulurkan tangan-Nya dan ketika kita berseru memohon pertolongan-Nya tangan-Nya sudah tidak terulur lagi.

 

Renungan :

Jika kita telah mengundang Yesus masuk ke dalam hidup kita, jangan biarkan Dia keluar. Sambutlah Yesus dan sembahlah senantiasa.

 

Tuhan tidak pernah lelah mengulurkan tangan kepada manusia.