Renungan Harian
Seperti Kain Kotor

Yesaya 64:1-12; Kisah 4:12

”Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.”

(Yesaya 64:6)

Ada dua istilah yang menunjukkan keadaan yang berkenan dan tidak berkenan kepada Tuhan. Kata itu adalah najis dan tidak najis. Dan kita akan banyak menemukan istilah ini dalam Perjanjian Lama karena di situlah Allah mengajar umat-Nya untuk membedakan mana yang berkenan kepada Allah dan mana yang tidak.

Sebelum mengenal Kristus kita semua adalah orang yang najis. Itu artinya kita semua telah terpolusi. Dan segala kesalehan kita itu seperti kain kotor. Karena kita najis, maka semua yang kita kerjakan itu sudah terkena polusi, termasuk semua persembahan, pujian, doa, dan segala yang kita kerjakan.

Apakah arti sebuah kesalehan bagi Allah kalau memandang diri kita sebagai manusia yang kotor? Masih adakah cara yang paling baik untuk "menyuap" Allah supaya Dia mengizinkan kita menginjak lantai emas istana di surga? Di surga tidak ada KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme). Di surga juga bebas dari calo! Jadi satu-satunya cara supaya manusia masuk surga harus melalui cara Allah!

Agama adalah suatu upaya manusia untuk menembus surga. Agama adalah buatan manusia, tetapi Yesus datang ke dunia bukan untuk mendirikan agama baru, tetapi untuk menyelamatkan manusia. Tetapi manusia mencoba mendirikan kebenaran sendiri dan menyangka bahwa caranya adalah benar dan pasti diterima Allah. Mereka berupaya beramal, berbuat baik, beribadah, berpuasa, dsb, dengan harapan bahwa apa yang dilakukannya itu sudah cukup untuk masuk surga, tetapi mereka lupa bahwa apa saja yang mereka lakukan adalah hal yang najis. Sebab mereka itu najis dan apa saja yang dilakukannya adalah najis.

Yesus adalah jawaban atas ketidakberdayaan manusia mendekati Allah. Jadi kalau dikatakan bahwa semua agama menuntun manusia ke surga, itu adalah kebohongan besar. Di luar Yesus tidak ada keselamatan !

 

Renungan :

Kita telah dipilih oleh Allah untuk menduduki tempat istimewa sebagai anak Allah. Kita yang percaya kepada Yesus jangan pernah berpikiran untuk menyerahkan iman kita.

 

Agama tidak menyelamatkan, tetapi Yesus menyelamatkan