Renungan Harian
Kisah Terhebat

Yesaya 63:1-6, Ibrani 5.9 

”Aku melayangkan pandanganKu : tidak ada yang menolong; Aku tertegun : tidak ada yang membantu. Lalu tanganKu memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarahKu, itulah yang membantu Aku.”

(Yesaya 63:5)

Alkisah sebuah cerita mengenai seorang jenderal wanita yang bernama Jenderal Shameela. Suatu ketika saat ia memimpin sepasukan untuk berperang di perbatasan, komandannya melaporkan bahwa bahan makanan mereka telah dicuri. setelah berpikir cukup lama sang jenderal akhirnya mengambil keputusan kalo pencurinya harus dicari dan dihukum cambuk !

Ternyata selidik punya selidik pencurinya adalah ibu sang jenderal.

Jenderal Shameela dengan berat tetap memutuskan bahwa hukuman besok akan tetap dilaksanakan. anak buahnya bertambah segan padanya karena jenderal tersebut terkenal dengan keadilannya.

Keesokan harinya saat upacara hukuman akan dimulai, ia mendekati para algojo dan memberitahu mereka untuk menghukum sesuai dengan peraturan.

Saat cambuk itu dilayangkan, sang jenderal memeluk mamanya sehingga jenderal Shameela yang terkena cambukannya itu.

Kisah tentang Yesus dan pengorbanan-Nya bukan sekedar cerita heroik belaka, tetapi inilah kisah terhebat dan tiada tandingannya. Rahasia kedatangan-Nya ke bumi agaknya terungkap dari pernyataan Nabi Yesaya bahwa Dia datang ke bumi, di samping karena kasih-Nya, tetapi juga karena Allah mau menjadi pensyafaat. Prinsip tentang perantara ini adalah prinsip surgawi. Sebab ketika Allah mencari pensayafaat supaya bumi jangan dimusnahkan ternyata tidak ada. Jadi Dia sendiri harus melakukannya dengan turun ke bumi dan menjadi manusia serta rela disalibkan.

Allah tidak mungkin menghapus dosa manusia begitu saja tanpa adanya Korban dan pensyafaat. Hukuman tetap harus dijalankan. Itulah keadilan Allah. Seperti Alkitab katakan, "TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, la mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bankan la membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat" (Bilangan 14:18). Jadi kalau kesalahan harus ada hukumannya, maka manusia yang bersalah harus dihukum. Tetapi karena kasih Allah yang besar hukuman itu telah digantikan-Nya. Allah di dalam Yesus yang telah disalibkan menggantikan kita.

 

Renungan :

Yesus adalah pensyafaat yang sempurna. Dia telah menggantikan tempat kita dan telah disalibkan buat kita. Marilah kita pegang iman kita dan jangan melepaskannya.

 

Yesus adalah Pahlawan di atas segala pahlawan.