Renungan Harian
Buta Dan Tuli Rohani

Yesaya 42:18-25; 2 Korintus 4:4

”Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN ?”

(Yesaya 42:19)

 

Seorang manusia tidaklah menginginkan terlahir dengan mata buta atau telinga tuli. Sebab mereka tidak dapat menikmati keindahan bunga dan kemerduan alunan musik. Tetapi kita tahu bahwa itu bukanlah segala-galanya. Ada satu kondisi yang jauh lebih mengenaskan dari itu: buta dan tuli secara rohani.

Saya menyadari betapa Allah begitu marah kepada hamba-hambaNya yang mengalami keadaan seperti di atas. Seharusnya memiliki pancaindra yang baik dan mata yang tajam untuk melihat dan telinga yang peka untuk mendengarkan. Tetapi keadaan terbalik !. Dan sungguh inilah masa yang paling gelap dalam sejarah gereja bila hamba-hamba Tuhan yang seharusnya menjadi mata bagi Allah dan telinga bagi firman-Nya, namun mereka telah buta dan tuli!

Selama ini kita telah dibutakan oleh gemerlapnya dunia. Telinga kita juga tidak terlatih lagi untuk mendengarkan Firman Tuhan. Akhirnya kita hanya mencari kenikmatan dan sensasi dunia semata. Mungkin kita rajin ke gereja, tetapi bukan lagi hadirat Tuhan yang menarik perhatian kita. Kasih dalam gereja telah menguap. Yang ada adalah kemunafikan dan basa-basi semata.

Tuhan mau kita membuka mata dan melihat apa yang sedang terjadi di dunia ini. Tuhan mau mata kita tercelik dan menyaksikan betapa kehancuran sedang terjadi dan harus ada yang memperingatkan mereka. Tetapi mata kita telah menjadi buta. Kita tidak dapat lagi menyaksikan kehancuran dunia ini akibat dosa. Anak-anak muda terjerumus dalam perangkap iblis. Dan kita telah buta sehingga kita tidak peduli dengan mereka. Telinga kita juga telah menjadi tuli dan tidak lagi mendengarkan teriakan mereka meminta tolong. Kalau Ini yang terjadi, kita sedang berada dalam bahaya besar, karena gereja yang seharusnya berfungsi sebagai pembawa berita baik tenggelam dalam keasyikannya sendiri.

Ayo jadilah tercelik dan peka dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Jangan menjadi orang Kristen yang tidak peduli. Ini tanggungjawab kita bersama untuk menyadarkan dunia bahwa dosa hanya bisa dikalahkan oleh kasih Allah di Golgota.

 

Renungan :

Tinggalkan segala kenikmatan dan kenyamanan kita dikursi empuk kita. Kita harus menjadi pengawas dan pemerhati bagi apa yang sedang terjadi. Dan teriakkan firman Tuhan kepada dunia ini, supaya jangan ada orang yang binasa.  

 

Kekristenan itu melek dan peka terhadap sekitarnya.