Daily Devotion
PenyertaanNya Atas Kita

Yesaya 25:1-5; Efesus 6:23

"Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin.”

(Yesaya 25:4).

 

Seorang anak kecil sungguh bersemangat untuk menghadiri ulang tahun temannya yang rumahnya hanya beberapa ratus meter dari rumahnya. Namun pada hari ulang tahun itu tiba-tiba badai salju datang. Seluruh jalanan tertutup salju dan hujan es belum berhenti juga. Sang ayah yang melihat bahaya ini tidak mengizinkan anaknya pergi. "Tapi Pa," mohon anak itu, "semua temanku pasti akan ada di sana. Mereka semua diizinkan oleh orang tua mereka."

Sang ayah berpikir sejenak lalu berkata, "Baiklah. Kau boleh pergi."

Dengan senang sekali anak itu berangkat ke rumah temannya. Karena badai belum berhenti anak itu dengan susah payah menghadapi terjangan badai, sebab jarak pandang juga sangat pendek. Meskipun rumahnya dengan rumah temannya itu dekat namun membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di sana.

Ketika dia memencet tombol bel rumah temannya, sekilas di menoleh ke belakang dan memperhatikan ada seorang yang berdiri di sana. Meskipun samar-samar dia mengetahui benar bahwa itu adalah ayahnya. Rupanya dia diikuti untuk memastikan bahwa dia telah sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Kita sebagai orang percaya jangan pernah meragukan akan penyertaan Allah. Meskipun jalan hidup kita tak selalu rata. Seringkali kita dihadapkan dengan keputusasaan dan kekecewaan. Tidak jarang kita seperti seorang diri dan tidak ada yang mau menolong. Tetapi pandanglah kepada Tuhan. Dia sekali-kali dan pernah meninggalkan kita. Dia adalah Imanuel - Tuhan beserta kita.

Kita sedang diajar untuk memiliki iman yang tangguh. Ditengah persoalan dan masalah kita pasti telah ditentukan untuk menjadi pemenang. Kita harus memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya itu.

 

Renungan :

Saat badai datang Allah beserta kita. Meskipun kita kerapkali melupakan Dia, namun Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia adalah Pembela bagi orang lemah dan miskin. 

 

Selama ada Yesus, badai model macam apa saja dapat kita lalui.