Renungan Harian
Jangan Langgar Undang - Undang !

Yesaya 24; 1 Yohanes 3:4  

"Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya"

(Yesaya 24:1)

Jika kita membaca pasal 24-27 isi dari pasal-pasal tersebut diungkapkan tentang nubuatan tentang akhir zaman. Khusus pada pasal 24 ini digambbarkan suatu kengerian yang dirasakan dan bagaimana kesudahannya itu. Bagaimana jika Tuhan benar-benar mananduskan bumi dan akan menghancurkan bumi serta membalikan permukaan bumi, yang semula subur berlimpah hasilnya, tetapi suatu saat nanti tidak bisa ditanami lagi?

Di dalam kitab Ulangan 28:15-46 dengan perikop kutuk, jika Tuhan sudah mengutuk bumi apalah jadinya. Mari kita baca ayat 23, "Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi." Jika langit menjadi tembaga dan tanah menjadi besi, bagaimana bisa menumbuhkan tanaman? Langit hanya akan menurunkan abu dan debu. Pastilah akan menjadi kelaparan dan kekeringan di mana-mana. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dan pastilah kita tidak menginginkannya hal ini terjadi.

Jika kita baca ayat demi ayat maka dapat disimpulkan bahwa ini berawal pasal 24 ayat 5, "Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi." Mereka mengingkari perjanjian dengan Tuhan Allah, karena mereka sujud menyembah dan percaya kepada allah-allah lain. Mereka lebih percaya kepada roh-roh lain dibandingkan dengan percaya kepada Allah Bapa. Mazmur 37:3 berkata, "Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia."

Tetapi pada Yesaya 24:23 disanalah Tuhan Allah akan menunjukkan kemuliaan-Nya kepada para tua-tua umat-Nya. Maksudnya ialah, bahwa Tuhan menghendaki tiap kita untuk tidak mengingkari perjanjian dan melanggar undang-undang serta mengubah ketetapan yang Tuhan telah berikan kepada umat yang dikasihi-Nya (Baca Keluaran 20:1-17).

 

Renungan :

Akan tiba waktunya bagi Tuhan untuk menunjukkan kemuliaanNya kepada kita. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan berlakulah setia (Wahyu 17:14). Kita yang terpanggil dan terpilih, berlakulah setia.

 

Jika ada pelanggaran, pasti ada hukuman.