Renungan Harian
Merpati Itu Kita

Kidung Agung 5; Roma 12:1

Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku idam idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam !" 

(Kidung Agung 5:2)

 

Gambaran yang paling indah antara Allah dengan umat-Nya adalah gambaran "suami-istri". kita bisa membacanya di Hosea 2:19, 20. Dan Kidung Agung ini menggambarkan Kristus sebagai Mempelai Pria dan gereja-Nya sebagai mempelai wanita. Karena itu kita tidak heran bila kitab ini melukiskan tentang keintiman sepasang kekasih.

Kidung Agung bukanlah berisikan kasih hawa nafsu, namun kasih yang tulus dan murni. Sebuah pernyataan yang menarik dapat kita temukan pada ayat yang kita baca hari ini. Penyebutan “merpati” di sini sungguh menarik, sebab itulah yang dikatakan Yesus dalam Matius 10:16, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati." 

Mengapa Allah menggambarkan gereja-Nya seperti merpati? Kalau kita melihat kembali kisah dalam Perjanjian Lama, merpati adalah hewan yang dikorbaankan bagi mereka yang tidak mampu, sementara yang mampu dapat mempersembahkan domba (Imamat 5:7). Dan bandingkan dengan perkataan Paulus, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

Saudara, merpati itu adalah kita. Hidup dalam Kristus itu menuntut pengorbanan. Hal ini tidak berbicara tentang pengorbanan untuk menebus dosa - sebab itu telah dilakukan oleh Kristus. Namun hal ini berbicara tentang pengorbanan dan salib yang harus kita pikul saat kita mengiring Kristus. Kita melihat banyak orang yang rela mengorbankan harta, waktu, kedudukan, ketenaran, teman-teman, dsb bagi Tuhan. Mereka berbuat itu hanya untuk mendapatkan Kristus. Sebab memang suatu saat kita semua akan diuji apakah kita benar-benar rela berkorban demi Kristus.

 

Renungan :

Merpati adalah binatang yang lembut dan siap untuk dikorbankan. Gereja Tuhan juga harus menjadi korban bagi Allah, supaya dunia tahu bahwa Kristus di dalam kita. Segala kemuliaan hanyalah bagi Dia.  

 

Mengikut Kristus harus ada pengorbanan.