Renungan Harian
Tetap Mesra

Kidung Agung 3; Efesus 5:25

"Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia" 

(Kidung Agung 3:1).

Beberapa bulan setelah pernikahan, seorang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan...," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia ..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya...." kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman .... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak ia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir ....

"Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan ..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang ....

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ... Ia menunduk dan menangis ....!

Kalau sepasang insan yang telah dinikahkan dalam pernikahan resmi saling memahami pasangannya dan menerima pasangannya apa adanya, maka pernikahan itu akan selalu menggairahkan. Dan Kidung Agung ini, meskipun mengategorikan kemesraan Kristus dengan gereja-Nya, namun kitab ini juga memberikan didikan kepada para pasangan Kristen. Jadi baiklah pernikahan kita senantiasa bergairah dan nama Tuhan akan senantiasa dimuliakan. Terimalah pasanganmu apa adanya!

 

Renungan:

Usia pernikahan yang semakin lama memang menyisakan banyak masalah. Tetapi bagi para pasangan Kristen, kiranya Anda masih bergairah dalam pernikahan Anda. 

 

Selama ada api kasih membara, segala cemburu dan kecurigaan akan terbakar habis.