Renungan Harian
Anda Benar Mengenalnya?

Ayat Bacaan :

Mazmur 145; Titus 1:16

Mazmur 145:8-10

Banyak orang Kristen dengan bangganya mengaku mengenal Allah, namun tingkah laku dan perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan kemuliaan Allah, malah sebaliknya nama Tuhan dipermalukan. Lalu pertanyaannya, benarkah bahwa ia sungguh-sungguh mengenal Allah atau berpura-pura mengenal Allah, supaya disanjung orang dan dianggap rohani ?

Pernyataan dan pertanyaan seperti ini seringkali muncul dalam gosip-gosip di sekitar gereja. Seringkali jemaat melakukan protes kepada diaken atau penatua gereja yang seyogyanya menjadi panutan, tetapi malah menjadi batu sandungan. Ada jemaat yang dianggap rohaninya cukup dewasa, tetapi karena suatu sebab meninggalkan imannya. 

Barangkali ada baiknya kita sungguh-sungguh belajar mengenal Allah lebih lagi dari sebelumnya. Tuhan itu pengasih dan penyayang Ia penuh dengan belas kasihan. Manusia seharusnya binasa karena dosa, tetapi belas kasihan Tuhan melahirkan anugerah bagi manusia. Kasih sayangNya dinyatakan dengan dramatis di atas kayu salib di golgota. Hingga saat ini Ia masih memberi kesempatan kepada setiap orang yang belum bertobat untuk membuka hatinya. Inilah panjang sabar dan setia Allah bagi umat manusia.

Namun demikian manusia seringkali tidak mau meresponi kasih Tuhan, bahkan beberapa orang justru melecehkan keberadaan Allah. Disisi lain ada orang yang mengaku dirinya mengenal Allah, namun tidak pernah terlihat ia menghargai dan menghormati pribadi Allah. Lihatlah Titus 1:16 : “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.”

Padahal orang yang mengenal Allah seharusnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Mari lihat petikan ayat ini : ”Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau” (Mazmur 145:10). Orang yang mengenal Allah hidupnya seyogyanya dipenuhi dengan ucapan syukur. Orang yang tahu mengucap syukur itu hatinya dipenuhi dengan damai sejahtera dan sukacita, dan orang yang seperti ini bisa mengendalikan dirinya dalam segala hal.

 

Renungan :

Karena Allah itu penuh belas kasihan dan penyayang, maka orang percaya sebagai cermin kemuliaan Allah juga memancarkan belas kasihan dan kasih sayang kepada sesamanya tanpa memandang muka. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menurut perintah-perintahNya (1 Yohanes 2:3).

 

Buktikanlah bahwa kita adalah orang yang mengenal Allah.