Renungan Harian
Menjadi Prajurit

Mazmur 144: Efesus 6:12

”Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”

Mazmur 144:1

Suatu saat kita semua akan menyadari bahwa Tuhan mempersiapkan kita untuk menjadi seorang prajurit. Saya tidak berkata bahwa kita berperang melawan manusia lain, tetapi melawan kubu-kubu keangkuhan manusia dan menaklukkan mereka di bawah kaki Kristus. Perlawanan kita juga terhadap musuh yang tidak kelihatan. Alkitab berkata, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).

Allah mau kita semakin bertumbuh dari bayi rohani sampai kepada prajurit dan sampai kepada kesempurnaan sebagai mempelai Kristus. Ada orang Kristen yang merasa puas jika menjadi bayi saja. Setiap hari minta diberi susu dan makanan bayi yang lunak. Karena itu bayi rohani tidak kuat menerima makanan yang keras. Saat pendetanya berbicara mengenai topik yang sulit dimengerti, mereka langsung enggan ke gereja lagi pada Minggu berikutnya. Padahal kita tidak boleh berlama-lama pada posisi sebagai bayi rohani. Kita harus beranjak menjadi dewasa dan menjadi prajurit yang tangguh di medan perang.

Paulus memberikan gambaran yang jelas tentang seorang prajurit Kristus (Efesus 6:14-18), dan apa saja yang harus dikenakan. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa kita tidak berperang melawan manusia, dan kita juga tidak berperang melawan iblis dan anteknya dalam arti kata bahwa Yesus sudah memenangkan pertempuran melawan penguasa dunia ini. Jadi kita melawan setiap tipu daya dan tipuan iblis kepada kita. Iblis sudah dilucuti kekuatannya, tetapi kita harus bertahan menghadapi panah-panah apinya. Dia telah memperdayai banyak orang percaya. Jadi perlengkapan sebagai seorang prajurit harus kita kenakan. Lagi pula Allah kita akan melatih kita untuk menjadi seorang prajurit yang gagah perkasa dan tahan banting di medan peperangan.

Kalau kita adalah seorang prajurit Kristus yang tangguh, maka kita tidak putus asa menghadapi olokan karena nama Yesus, tidak patah semangat ketika pencobaan datang, tidak menyerah saat keadaan buruk menghimpit kita, senantiasa bersukacita ditengah badai dan tetap yakin bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

 

Renungan :

Mau tidak mau Allah pasti akan membawa kita ke medan pertempuran. Berbagai penderitaan akan kita alami, tetapi Allah akan melatih kita menjadi seorang prajurit yang gagah perkasa.

 

 

Prajurit Kristus sejati tidak kenal kata “takut.”