Renungan Harian
Kebencian Terhadap Dosa

Mazmur 119:121-150; Wahyu 22:11

 ”Air mataku berlinang seperti aliran air, karena orang tidak berpegang pada Taurat-Mu.”

Mazmur 119:136

Jika kita merasa bahwa selama ini kita tidak menerima dampak dari segala kejahatan manusia, maka bisa jadi kita adalah orang Kristen yang tidak mempunyai “hati” untuk memahami hati Allah. Tuhan kita sedih melihat kejahatan yang semakin besar di muka bumi ini, tetapi semakin sedih manakala mengetahui bahwa kita tidak terpengaruh oleh tingkah laku manusia yang menginjak-injak hukum Allah. Lihatlah bagaimana Daud berlinang air mata. Apakah matanya sakit ? Ataukah matanya kemasukan debu ? Tidak. Dia sedih karena melihat orang-orang yang tidak tinggal dalam kebenaran.

Marilah kita membuka mata jasmani dan rohani kita sambil menyaksikan segala sesuatu yang terjadi dengan bumi ini. Semakin lama semakin buruk bumi kita ini. Tidak hanya fisiknya saja, tetapi terlebih lagi adalah moralnya. Bahkan gereja sendiri banyak berkolaborasi dengan dosa. Homoseksual yang dulu dikecam habis-habisan sekarang malahan disahkan oleh sebagian gereja. Dulu adegan ciuman di televisi dan bioskop diprotes keras oleh banyak orang, tetapi sekarang sudah menjadi alur cerita yang tidak dapat dipisahkan lagi. Belum lagi kita berbicara tentang dunia internet yang sedemikian bebasnya sampai-sampai anak kecil tahu cara browsing-nya, dengan mudah menemukan situs-situs porno. Bahkan orang tua dikibuli. Pikirnya komputer itu untuk keperluan belajar, eh ternyata sering dipakai untuk melototi gambar-gambar cabul. Apalagi orang tua yang tidak mengerti teknologi !

Saat hati kita tidak menjerit dan air mata tidak mengalir menyaksikan sepak terjang manusia yang melawan hukum Allah, maka sesungguhnya kita tidak memahami Allah. Kita maunya Allah yang memahami kita, bukan sebaliknya.

Kita berada di pihak Allah, saudaraku. Kita telah dipindahkan ke dalam kerajaan terang. Kita tidak lagi milik penguasa dunia ini. Kita adalah milik Allah. Jadi kita harus bertobat kalau masih saja hati kita tidak peka terhadap segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini.

 

Renungan :

Siapakah yang akan mengerti hati Allah kalau bukan kita ? Dia memang Allah yang berkuasa, tetapi kita adalah anak-anakNya yang seharusnya tidak acuh terhadap segala kejahatan.

 

Satu-satunya kebencian yang diwajibkan adalah kebencian terhadap dosa.