Renungan Harian
KasihNya Tak Berubah

Mazmur 88; Yohanes 3:16

Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku, Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

(Mazmur 88:15)

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.” Tuhan berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”

Tuhan berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kesabaran.” Tuhan berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan. Itu tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.” Tuhan berkata, “Tidak. Kuberi anugerah, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai anugerahKu itu.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.” Tuhan berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu padaKu.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. “Tuhan berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan bantu aku mencintai orang lain, sebesar cintaMu padaku. Tuhan berkata, “ . . . akhirnya kau mengerti kini . . . . !

Betapa seringnya doa-doa kita seperti membentur dinding dari baja. Sepertinya Allah itu membisu. Sepertinya Dia tidak peduli dengan kita. Sepertinya telingaNya telah tertutup bagi seruan kita. Tetapi apakah benar demikian ? Benarkah Allah tidak peduli lagi dengan kita ? Sama sekali tidak ! Dia tahu yang terbaik yang akan dikerjakanNya dalam hidup kita. Hanya satu hal yang harus kita camkan bahwa kasihNya tidak pernah berubah dalam hidup kita. KasihNya itu masih besar saat Dia menyerahkan nyawaNya itu masih sebesar saat Dia menyerahkan nyawaNya kepada kita. Yang perlu dilakukan adalah membuka mata hati kita dan menyadari betapa hebat kasihNya kepada kita.

 

Renungan :

Menyadari betapa besar kasihNya kepada kita akan dapat menghapus segala keraguan dalam hati kita. Itu juga akan menghilangkan kebimbangan hati kita. Ya, kasihNya masih besar kepada kita.

 

Manusia yang mencurigai kepada Allah tidak mengerti akan kasihNya.