Renungan Harian
Kasih SetiaNya Sudah Teruji

Mazmur 59; Kolose 1:16

“Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya” (Mazmur 59:18).

 

Jika kita mengingat-ingat semua kebaikan Allah kita di dalam Tuhan Yesus, sungguh tiada kata yang dapat melukiskannya. Jika kita hitung-hitung sungguh tidak ada angka yang bisa menyamainya. Sungguh kasih setia Tuhan tiada yang menandinginya. Bisakah kita menghitung semua kebaikannya?.

Apa yang pernah Tuhan Yesus berikan kepada kita? Jika kita membaca dalam Kejadian 2:7, telah dikatakan : “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Pada saat Tuhan Allah menghembuskan nafas hidup dalam diri manusia, maka kita menjadi makhluk yang hidup. Nafas hidup itu adalah Roh Allah sendiri. Jadi kita semua harus bersyukur kepada Tuhan Allah Bapa kita di dalam Tuhan Yesus. Jadi semua manusia dan mahkluk hidup mau tidak mau, bisa tidak bisa, harus senantiasa berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Kita diciptakan untuk menjadi penyembah-Nya (Kolose 1:16): “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” 

Sebagai bukti bahwa kita menghargai kasih setia Allah, salah satunya adalah dengan senantiasa mempersembahkan pujian kepadaNya. Sebab kesetiaanNya sudah dibuktikan di atas kayu salib, dan kesetiaan-Nya juga sudah dibuktikan melalui kebangkitanNya, dan kesetiaanNya sudah dibuktikan melalui kenaikanNya ke sorga, semua kesetiaanNya sudah dilakukannya buat kita. Jadi patutlah kalau kita senantiasa mempermuliakan Tuhan kita. Biarlah segala pujian hanya kita berikan kepada Dia. 

 

Renungan:

Jika kita sudah mengenyam kasih setiaNya, janganlah kita ragu lagi untuk ikut dalam semua rencanaNya (Mzm. 91:4), “Dengan kepakNya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayapNya engkau akan berlindung, kesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok.”  

 

Kasih setia Tuhan tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.