Renungan Harian
Yesus Ada Di Hatiku

Mazmur 58; 2 Timotius 4:8

“Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi” (Mazmur 58:12).

 

Di manakah alamat Tuhan Yesus? Pastilah semua orang percaya akan menjawab “DIA ada di dalamku.” Pertanyaan ini sangatlah mudah untuk dijawab, tetapi untuk mengerti hal ini kita membutuhkan waktu yang lebih lama.

Ada seorang bapak yang mempunyai dua anak, yang pertama usia 5 tahun dan yang kedua 3 tahun. Pada saat mereka beribadah sekolah minggu, ada satu pertanyaan yang dilontarkan oleh guru sekolah minggu: “Di manakah Tuhan Yesus berada?” Jawaban anak-anak itu bervariasi. Ada yang jawaban terbanyak adalah di Sorga, tetapi ada beberapa anak yang menjawab di dalam diri kita. Bukan suatu kebetulan mereka menjawab seperti itu, sebab kita tahu bahwa Roh Kudus juga bekerja pada diri anak-anak. Seperti nubuatan nabi Yoel: “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Bahwa teruna-teruna kita akan mendapatkan penglihatan-penglihatan. Jadi Roh Kudus akan bekerja juga melalui teruna-teruna kita yaitu anak-anak kita” (Yoel 2:28).

Jika Roh Allah ada di dalam hati kita, masihkah kita merasa bahwa Allah tidak melihat saat kita berbuat dosa? Jika kita sekarang sudah tahu alamat Tuhan Yesus yang ada di dalam hati kita yaitu Roh Kudus yang telah di utus tinggal di dalam diri kita, maka sekarang jangan lagi kita berbuat dosa. Allah kita adalah Allah yang Maha-Tahu (Omnisciene). Perhatikan kata Alkitab: “Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.” Jadi jangan katakan lagi “tidak ada yang tahu apa yang telah aku lakukan”. Bertobatlah…bertobatlah… selama masih ada kesempatan untuk bertobat. 

 

Renungan:

Allah senantiasa mengawasi hidup kita. Bukan untuk mencari-cari kesalahan kita tetapi untuk memberikan kekuatan kepada kita. Tetapi kalau kita merasa bahwa Allah tidak tahu segala perbuatan kita yang tersembunyi itu salah besar. Allah masih ingin kita tinggal dalam kebenaran-Nya. Bahkan segala perbuatan baik kita itu dicatatnya supaya pada hari-Nya Dia memberikan hadiah kepada kita.

 

Keadilan diberikan kepada orang benar dan hukuman kepada orang fasik.