Renungan Harian
Kekuatan Kasih Sayang

Mazmur 30; Yohanes 3:16

“Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Dalam kesenanganku aku berkata: "Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!” (Mzm. 30:5-7).

 

Sebut saja namanya Andi, saat itu ia duduk dikelas 2 di sebuah SMU swasta di Surabaya. Ia tumbuh menjadi seorang remaja yang  kasar dan suka memberontak, suka merokok dan minum-minuman keras, sehingga ia masuk dalam daftar catatan hitam pihak sekolah dan lingkungan sekitarnya. Sampai suatu saat ia bertemu dengan rekan sekolah yang menawarinya ikut persekutuan doa. Dari kecil Andi memang sudah Kristen, namun ia belum mengenal Tuhan Yesus Kristus secara pribadi. 

Entah apa yang membuatnya tertarik, saat persekutuan akan dimulai sepertinya ia tidak bisa menolak ajakan rekannya. Ia mulai duduk dan menundukkan kepalanya. Ketika pujian mulai dinaikkan ia merasakan damai sejahtera yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Ia mulai menitikkan air mata. Setelah khotbah selesai disampaikan ia mengambil keputusan untuk bertobat dari cara hidupnya yang lama.

Alasan satu-satunya untuk bertobat adalah merasakan akan kasih sayang Tuhan. Kenakalannya di masa lampau terjadi sebab ia tidak pernah merasakan kasih sayang yang sempurna dari kedua orang tuanya, sebab keduanya telah bercerai. Sejak aktif mengikuti persekutuan, hidupnya mulai berubah, tetangga kanan kirinya, para guru dan rekan sekolahnya heran dengan perubahan drastis yang dialami oleh Andi. Ia berpenampilan jauh lebih sopan dari sebelumnya, rapi dan bersemangat dalam belajar.

Kalau sebelumnya ia merasa dibuang oleh orang tua bahkan oleh Tuhan, namun ia tahu bahwa Allah sangat mengasihinya. Tuhan memang pernah memberikan ganjaran kepadanya, tetapi itu bukan untuk mencelakakannya melainkan untuk mengingatkannya supaya dapat melihat siapa Allahnya.

Kalau kita melakukan dosa, maka kita bisa terkena hukuman, namun jika kita sungguh-sungguh bertobat maka kasih sayang Tuhan jauh lebih besar daripada penghukumannya. Karena dosa, Allah mengerahkan kekuatan kasih-Nya seperti tertulis dalam Yohanes 3:16: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” 

 

Renungan:

Inilah kekuatan kasih sayang Tuhan, Ia  telah mengosongkan diri-Nya, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:7,8).

 

Responi kasih sayang Tuhan dalam hidup kita sehari-hari.