Renungan Harian
Allah Yang Dahsyat

Mazmur 29; Ibrani 4:16

“TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya” (Mazmur 29:10).

 

Sungguh dahsyat Allah kita, tiada Allah yang seperti DIA. Tentu kita masih ingat akan peristiwa di akhir tahun 2004, tsunami yang menghantam propinsi daerah Aceh. Sungguh dahsyat kejadiannya, dan tidak ada yang menghalangi. 

Jika kita membaca dan memahami serta menceritakan kedahsyatan Allah kita, maka tiada kata-kata lagi selain berdecak kagum. Kebesaran dan dahsyatnya kuasa Allah juga diceritakan di dalam pasal 29 ini. Setiap kata menceritakan kebesaran-Nya, kita harus selalu ingat akan kejadian kita, bagaimana Allah membentuk kita dari tanah liat, dan hanya dengan menghembuskan nafas-Nya ke mulut kita, maka kita pun sekarang ada sebagaimana kita ada. Padahal, jika ditinjau dari segi ilmu kedokteran, betapa rumitnya organ tubuh kita, terdiri dari berjuta-juta sel dan urat. Berkaitan dengan hal tersebut, ada kisah seorang anak Tuhan yang merasakan kedahsyatan Allah yang terjadi atas putrinya yang baru berusia lima bulan. Dimana saat itu anak Tuhan tersebut membawa putrinya ke dokter untuk vaksinasi. Ternyata dokter mengurungkan niatnya untuk memvaksin anaknya, karena di bagian leher belakang anaknya timbul sesuatu yang di sebut dengan “kelenjar gentah bening”, seperti luka bakar dan di dalamnya terdapat air. Dan itu tidak boleh pecah, dan harus segera dioperasi. Lalu dokter memberikan rujukan kepada dokter spesialis bedah. Setelah dibawa kesana, dokter menyarankan kalau harus dibedah laser. Dan hal ini membuat hati anak Tuhan terasa hancur oleh karena keputusan dokter saat itu. Selanjutnya dibuat janji untuk operasi di hari Sabtu, pukul 08.00 pagi.

Setelah pulang ke rumah, anak Tuhan tersebut sadar kalau hari itu ada doa malam di gerejanya. Ia berangkat bersama dengan istrinya. Pada saat itu ia memohon kepada Tuhan Yesus, “Tuhan Yesus, Engkau tahu akan keadaan anakku. Engkau yang membentuk dan menenun, sekarang ada sesuatu di leher bagian belakang yang dekat sekali dengan otak kecil. Saya takut Tuhan kalau saat dioperasi nanti ada kesalahan yang fatal kepada buah hati saya”. Setelah selesai doa malam dan pulang ke rumah, ia bersama isteri mengambil minyak kayu putih, dan mereka berdua berdoa sepakat meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkannya. Malam itupun kita olesi minyak dan mereka katakan “di dalam Nama Yesus, sembuh!” Dan keesokan harinya benjolan tersebut sudah tidak ada lagi. Maka saat itu juga ia membatalkan operasi. Hingga sekarang putrinya telah tumbuh besar, dan dia selalu ingat akan mujizat yang dialaminya. Melalui kisah ini biarlah kita semakin sungguh-sungguh di dalam Tuhan, sebab kedahsyatannya melebihi dari segala-galanya. Untuk itu janganlah putus asa dalam menjalani hidup yang penuh dengan tantangan sebab Allah yang dahsyat ada di pihak kita. Dan jikalau Ia dipihak kita siapakah yang dapat melawan kita ? Tidak Ada.

 

Renungan:

Allah kita Allah yang dahsyat, kuasa, kemuliaan, kasih-Nya untuk kita. Karena itu kita mau berharap selalu akan kedahsyatan Allah.

 

Berikan kemuliaan kepada Allah yang dahsyat.