Renungan Harian
Bidikan Mata Allah

Mazmur 11; 1 Pterus 1:17

“TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia” (Mazmur 11:4).

 

Adakah tempat di muka bumi ini yang luput dari pengamatan Allah? Dari ruang ganti pemain bola sampai liang tikus yang tersembunyi, semuanya dapat diamati oleh Allah. Jadi jangan mengira bahwa perbuatan kita yang memalukan itu dapat lolos dari pengamatan Allah.

Dunia memang penuh dengan berbagai skandal yang memalukan setelah diekspos besar-besaran oleh media massa. Tetapi bagaimana dengan mereka yang masih belum terbuka? Mereka pasti tenang-tenang saja dan merasa aman dari bidikan lensa manusia, tetapi apakah mereka sadar bahwa mata Allah sedang membidik mereka? Tahukah mereka bahwa Allah mempunyai mata yang paling canggih dan tidak ada yang menandingi-Nya?

Pernahkah kita melihat berita yang memalukan di pesawat televisi atau media lainnya? Kita selama ini diinjeksi dengan doktrin “asal tidak ada polisi, maju saja….” Yang itulah yang selama ini kita lakukan saat berkendara di jalan raya. Kalau ada polisi kita menjadi begitu taat, tetapi kalau tidak ada, langgar saja….!

Ada atau tidak ada penguasa, seharusnya kita tetap taat. Apalagi kita tahu bahwa kita adalah kediaman Roh Kudus. Jadi kemana saja kita berada Dia ada bersama dengan kita. Dan Dia dinamakan ‘Imanuel’ yang artinya Allah bersama dengan kita. kita mendapatkan berkat besar karena Allah bersama dengan kita. kita tidak perlu takut menghadapi apapun juga. Berbagai persoalan yang menghadang tidak akan membuat kita mengibarkan bendera putih. Tetapi pada sisi lain kita yang menjadi perhatian Allah juga mendapatkan pengawasan dari Dia. Allah yang sudah terlanjur sayang kepada kita tentunya tidak akan membiarkan kita berjalan di dunia sendirian. Dia akan mengawasi kita. Dan itu sama juga artinya kita mendapatkan perlakuan istimewa dari Allah dan kita berada dalam pengawasan Yang Maha-Tinggi.

Petrus berkata, “Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini” (1 Petrus 1:17). Ketakutan ini bukanlah ketakutan seperti bertemu dengan monster, tetapi kewapadaan dan berjaga-jaga, supaya jangan iblis mencuri keselamatan yang telah diberikan kepada kita.

 

Renungan:

Hiduplah seolah-olah kita sedang berdampingan dengan Allah. Sebab dengan demikian kita akan hidup dalam kewaspadaan dan tidak ceroboh. Jangan lagi mengikuti doktrin: asal tidak ada penguasa saya bisa berbuat seenaknya. 

 

Mata Allah mengawasi setiap sudut bumi ini.