Renungan Harian
Pertanyaan Mengapa

Ayub 13; Markus 4:22

“Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah” (Ayub 13:33).

 

Ayub memang berhak bertanya kepada Allah. Berbagai pertanyaan telah disiapkan kepada Allah. Dia merasa bahwa hidupnya benar dan penderitaan yang sedang menimpanya pastilah salah alamat. Pastilah Allah telah menjadi pelupa kali ini. Bukankah orang fasik yang harus menerima segala malapetaka. Tetapi yang terjadi tidak demikian.

Kalau kita merasa telah diperlakukan dengan tidak adil dan kita merasa bahwa Allah telah “salah” menimpakan malapetaka kepada kita, maka kasus ini sama dengan apa yang dialami oleh Ayub. 

Kadang kita menjadi marah kepada Allah. Kadang kita merasa diri kita benar dan Allah yang berubah menjadi khilaf. Kadang kita merasa bahwa kita menjadi lebih benar dari Allah. Kadang kita merasa bahwa kita lebih pintar dari Allah. Bisa saja kita menyangkal tetapi kenyataannya memang kita memang sering protes kepada Allah.

Perlu kita sadari bahwa pertanyaan “mengapa” itu telah menjadi bagian dari hidup kita. Kita sering dihadapkan kepada ketidakadilan yang sulit kita pahami. Meskipun kita mencoba membolak-balik Alkitab tetap saja sepertinya banyak misteri yang tidak dipecahkan. Tetapi kalau kita semakin mengenal Allah kita, maka pertanyaan itu akan semakin berkurang. Dan pada suatu saat kita akan melihat Allah dengan pandangan yang berbeda. Kita akan disempurnakan.

Memang, kita berhak bertanya kepada Allah. Hanya camkan bahwa Allah itu benar dan Dia tidak pernah berbuat salah. Kalau Allah dapat berbuat salah maka Dia bukanlah Allah. Itu akan menggugurkan predikat-Nya sebagai Allah yang benar.

Di balik layar dari tragedi yang menimpa Ayub telah terlihat oleh kita yang membaca kitab ini. Semuanya adalah ulah iblis yang hendak menjatuhkan Ayub. Dan bila memang itu Allah izinkan, dengan maksud bahwa Allah mau menunjukkan kepada iblis bahwa dia adalah orang yang memang benar-benar setia. Dengan demikian Allah bangga dengan kesalehan Ayub. Dan kalau toh ada yang mau mengusik dan hendak bermaksud mengujinya, maka Allah izinkan.

 

Renungan:

Kalau kita mempunyai banyak pertanyaan “mengapa,” satu persatu pertanyaan itu akan dijawab. Semakin kita sempurna, kita akan dapat menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan itu. Haleluya, terpujilah Allah Yang Maha-Benar!

 

Suatu hari kelak Allah akan menjawab semua pertanyaan kita.